Penelitian yang dikutip The Independent dari jurnal Food and Function itu melibatkan 31 orang dewasa sehat berusia 60 hingga 75 tahun.
Mereka diminta mengonsumsi 60 gram kacang tanah panggang tanpa garam setiap hari selama 16 minggu.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar dua porsi. Kacang tanah diberikan dalam kemasan yang sudah ditimbang sebelumnya dan dikonsumsi bersama kulit arinya.
Peserta bebas menentukan waktu mengonsumsi kacang tanah, baik pagi maupun siang hari. Mereka juga boleh menghabiskan seluruh porsi sekaligus atau membaginya menjadi beberapa bagian sepanjang hari.
Setelah periode konsumsi tersebut, peserta menjalani fase kontrol tanpa mengonsumsi kacang tanah. Peneliti kemudian membandingkan kondisi otak mereka menggunakan pemeriksaan pemindaian MRI pada kedua fase penelitian.
Hasilnya, konsumsi kacang tanah selama 16 minggu dikaitkan dengan peningkatan total aliran darah di otak sekitar 4 persen.
Peneliti juga menemukan perubahan positif pada respons insulin di sejumlah wilayah otak yang berkaitan dengan fungsi memori, termasuk hipokampus.





