KITAINDONESIASATU.COM – Syekh Ibn Ata’illah as-Sakandari dalam karya monumentalnya, Kitab Al-Hikam, menekankan pentingnya menjaga kemurnian niat dan kesadaran spiritual dalam setiap langkah kehidupan.
Pada hikmah ke-94, beliau mengingatkan para pencari kebenaran bahwa orientasi utama seorang hamba sejatinya adalah keridaan Allah SWT, bukan semata-mata mengharapkan balasan duniawi maupun keajaiban lahiriah.
Dalam ajaran sufi ini, tindakan yang dilandasi keikhlasan memiliki kedudukan jauh lebih tinggi dibanding amalan besar yang diiringi keinginan dipuji atau kepuasan ego. Ketergantungan pada hasil materi sering kali menjadi penghalang utama bagi berkembangnya kedamaian batin.
Ketika seseorang mampu melepaskan keterikatan tersebut, hati akan menjadi lebih tenang dan siap menerima takdir dengan penuh kepasrahan.
Hikmah ini mengajarkan bahwa inti dari perjalanan spiritual adalah perbaikan kualitas batiniah. Beramal tanpa pamrih serta menyerahkan segala urusan kepada Sang Pencipta merupakan kunci utama untuk mencapai kemerdekaan jiwa yang hakiki dari prasangka dan kekhawatiran duniawi.(*)





