Lifestyle

Jejak Harimau Sumatera: Menguak Keajaiban Alam Taman Nasional Bukit Tigapuluh

×

Jejak Harimau Sumatera: Menguak Keajaiban Alam Taman Nasional Bukit Tigapuluh

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 25
Keajaiban Alam Taman Nasional Bukit Tigapuluh

KITAINDONESIASATU.COM – Taman Nasional Bukit Tigapuluh terletak di wilayah perbukitan bagian timur Sumatera, dikelilingi dataran rendah, dan dikenal dengan kekayaan flora dan fauna endemik yang tinggi.

Kawasan ini mencakup hutan dataran rendah, pamah, dan dataran tinggi. Vegetasi khasnya meliputi jelutung, getah merah, pulai, kempas, rumbai, rafflesia, jernang, serta beragam rotan.

TN Bukit Tigapuluh menjadi habitat bagi 59 jenis mamalia, termasuk 6 primata, 151 jenis burung, 18 spesies kelelawar, dan berbagai kupu-kupu.

WWF memasang kamera jebak pada Maret–April 2011, yang berhasil merekam 12 harimau Sumatera, termasuk induk dan anaknya.

Pada November 2011, WWF juga mengungkap keberadaan lima jenis kucing liar terancam punah di koridor antara taman nasional ini dan Cagar Alam Rimbang Baling, yaitu harimau sumatera, macan dahan, kucing marmer, kucing emas, dan kucing hutan. Jalur koridor ini kini menghadapi ancaman deforestasi.

Habitat Satwa Liar dan Kearifan Lokal
Selain harimau, kawasan ini juga dihuni tapir, siamang, beruang madu, pegar biru, dan kuau.

Meski awalnya merupakan hutan lindung dan hutan produksi terbatas, kondisi alamnya masih terjaga baik.

Penduduk sekitar terdiri dari suku-suku adat seperti Suku Anak Dalam dan Suku Talang Mamak. Masyarakat setempat, khususnya Talang Mamak, percaya bahwa bukit dan tumbuhan di kawasan ini memiliki nilai spiritual, yang mendorong mereka turut menjaga kelestarian alam secara turun-temurun.

Taman Nasional Bukit Tigapuluh berjarak sekitar 285 km dari Pekanbaru, Riau.
Perjalanan menuju Siberida memakan waktu 5–6 jam menggunakan bus umum.

Dari sana, perlu menyewa sepeda motor menuju Granit Camp melalui jalan buntu sepanjang 12 km. Pengunjung disarankan membawa pemandu lokal dan harus mengantongi izin khusus untuk masuk ke dalam kawasan taman nasional.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *