KITAINDONESIASATU.COM – Hari kiamat adalah saat seluruh kehidupan di bumi berakhir dan alam semesta hancur luluh tanpa sisa. Namun sebelum kehancuran total itu datang, umat manusia akan disuguhkan tanda-tanda besar akhir zaman seperti yang dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim.
Apa saja tanda-tanda hari kiamat yang disinggung oleh Imam Muslim? Yakni, munculnya Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj, hingga matahari terbit dari barat. semua menjadi peringatan nyata bahwa waktu semakin dekat.
Di tengah dunia yang kian tak menentu ini, umat Islam diajak untuk tidak lengah. Habib Jindan bin Novel bin Jindan menyampaikan dalam ceramahnya bahwa kita kini hidup di masa genting alias akhir zaman. Maka, satu-satunya cara selamat adalah kembali kepada Allah SWT adalah lewat amalan yang ringan namun luar biasa kuat.
Dua amalan tersebut adalah memperbanyak istighfar dan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Amalan ini diwariskan dari guru besar beliau, Habib Umar bin Hafidz, dan para ulama salaf lainnya. Inilah rutinitas para nabi dan rasul, termasuk Rasulullah SAW sendiri di mana beristighfar setiap hari tanpa henti, meski telah diampuni dosanya.
Bahkan dalam QS Al-Anfal, ayat 33, Allah SWT berjanji tidak akan menurunkan azab kepada kaum yang masih beristighfar:
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Artinya: “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan.” (QS Al-Anfal : 33)
Istighfar dan sholawat adalah tameng spiritual paling ampuh yang bisa kita pegang di tengah badai fitnah zaman ini. Selama lisan masih basah dengan zikir dan ampunan, maka azab Allah akan tertahan.
Demikianlah tafsir Habib Jindan. Jangan tunggu kiamat datang, mulai sekarang rutinkan membaca istighfar dan sholawat!. (*)

