KITAINDONESIASATU.COM — Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari dalam kitab monumental Al-Hikam pada hikmah ke-68 menegaskan pentingnya keikhlasan murni dalam beramal.
Beliau mengungkapkan bahwa menuntut balasan atas suatu amal merupakan bukti kurangnya kejujuran dan ketulusan seorang hamba di hadapan Allah SWT.
Menurut para syarah Al-Hikam, amal saleh yang dilakukan dengan mengharap balasan duniawi maupun pujian makhluk sejatinya menutupi hakikat penghambaan. Allah SWT tidak membutuhkan amal manusia, melainkan manusialah yang membutuhkan rahmat-Nya.
Ketika seseorang beramal semata-mata karena menaati perintah Allah dan menggapai keridaan-Nya, maka amal tersebut akan memancarkan cahaya spiritual yang menenangkan jiwa.
Hikmah ini memberikan pelajaran mendalam bagi umat Islam agar senantiasa menata niat dalam setiap kebajikan. Keikhlasan yang sejati tidak berfokus pada balasan yang akan diterima, melainkan pada keagungan Zat yang disembah.
Dengan melepaskan ketergantungan pada imbalan, seorang hamba dapat meraih kedamaian batin serta maqam spiritual yang lebih tinggi di sisi Allah SWT.(*)




