KITAINDONESIASATU.COM – Kajian tasawuf Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat malam, berlangsung khidmat. Ratusan jemaah hadir menyimak kupasan hikmah ke-10 yang membahas tentang urgensi keikhlasan dalam beribadah.
Dalam tausiahnya, KH. Hamdan Asyhari mengutip bait hikmah tersebut: “Amal itu laksana kerangka patung yang tegak berdiri, sedangkan ruhnya adalah adanya rahasia keikhlasan di dalamnya.”
Beliau menegaskan bahwa kuantitas ibadah lahiriah, seperti shalat yang panjang atau sedekah yang besar, tidak akan bernilai di hadapan Allah jika kehilangan esensi niat yang murni.
“Ibadah tanpa keikhlasan itu ibarat jasad tanpa nyawa. Tampak indah dari luar, namun mati dan tidak memberikan dampak spiritual bagi pelakunya,” terang Kiai Hamdan.
Melalui hikmah ke-10 ini, umat Islam diajak untuk senantiasa memeriksa motif di balik setiap kebaikan. Kajian ditutup dengan pesan mendalam agar jemaah tidak terjebak pada formalitas ibadah, melainkan terus berjuang membersihkan hati dari penyakit riya dan sum’ah demi meraih rida Sang Pencipta.(*)




