KITAINDONESIASATU.COM – Setelah menempuh perjalanan panjang selama lebih dari 170 episode, anime My Hero Academia akhirnya mencapai garis akhir.
Banyak penggemar sepakat bahwa penutup versi anime terasa lebih kuat dan emosional dibandingkan akhir manganya, yang sempat memicu perdebatan saat pertama kali dirilis.
Selama delapan musim, ditambah beberapa film layar lebar dan hampir 200 episode, penonton mengikuti perkembangan Izuku Midoriya alias Deku bersama para siswa Kelas 1-A.
Mereka menyaksikan bagaimana karakter-karakter ini mengasah Quirk, memahami makna menjadi pahlawan, serta berjuang membentuk dunia yang lebih adil.
My Hero Academia kini dipandang sebagai salah satu anime shōnen paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir. Serial ini kerap disandingkan dengan Jujutsu Kaisen dan Demon Slayer sebagai bagian dari “Tiga Besar Baru”.
Pertarungan intens, karakter yang kuat, serta adegan berskala sinematik menjadi ciri khas yang membuatnya menonjol.




