KITAINDONESIASATU.COM – Penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser berbakat Ivoris akhirnya membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya. Musisi tersebut resmi merilis album debut bertajuk Pour My Heart Out pada Jumat (4/9).
Bukan sekadar kumpulan lagu, album ini menjadi seperti pintu masuk bagi pendengar untuk menyelami sisi personal Ivoris. Romansa, nostalgia, cinta, hingga gejolak emosi dikemas dalam atmosfer dreamy yang menjadi ciri khas musiknya.
Mengambil inspirasi dari luas dan megahnya lautan, Ivoris menjadikan air sebagai metafora hati manusia yang terus berubah dan mampu menampung begitu banyak perasaan.
Sepuluh lagu dalam album ini membawa pendengar ke dalam lanskap suara yang penuh warna. Aransemen strings, suara ombak, serta melodi bernuansa era 2000-an berpadu dengan vokal lembut Ivoris.
“Album Pour My Heart Out rasanya seperti diriku sepenuhnya. Album ini membahas tentang memiliki hati yang benar-benar mampu menyerap semuanya — hati yang senantiasa meluap dengan berbagai emosi,” ungkap Ivoris.
Salah satu kejutan terbesar dalam album ini hadir melalui “Lipgloss”, yang dipilih sebagai focus track.
Ivoris menggandeng musisi asal Manila, Clara Benin, untuk menghadirkan lagu yang mengangkat konsep cosmic love—keyakinan bahwa dua orang bisa terhubung karena hubungan mereka seolah telah ditakdirkan oleh semesta.
Salah satu bagian liriknya, my lipgloss makes you shine, menjadi gambaran metaforis tentang kekuatan cinta yang mampu membuat seseorang terlihat lebih bahagia dan bersinar.
Tak hanya menawarkan materi baru, Pour My Heart Out juga merangkum sejumlah karya Ivoris yang sebelumnya telah dirilis, di antaranya “Half Moon Bay”, “Ten Thousand Teardrops”, “Telepathic Twin Flame”, dan “Seashell”.
Perjalanan Ivoris di dunia musik ternyata dimulai sejak usia sangat muda. Sejak berusia enam tahun, ia telah akrab dengan piano.
Kini, memasuki 2026, perjalanan tersebut membawanya menjadi salah satu musisi pop/R&B yang mendapat perhatian di pasar Asia hingga internasional.
Pencapaiannya di platform streaming juga terbilang impresif. Ivoris telah mengumpulkan lebih dari 350 juta stream di Tiongkok, memiliki lebih dari 281 ribu pendengar bulanan Spotify, serta lebih dari 500 ribu pengikut di Tiongkok.
Musiknya didengarkan di berbagai negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Taiwan, Vietnam, Filipina, Thailand, Jepang, Kanada, Australia, dan Korea Selatan.
Nama Ivoris semakin dikenal setelah single “I Wish My Mind Would Shut Up” dari EP My Messy Mind (2022) mendapat momentum viral.
Kesuksesan tersebut membuka jalan bagi Ivoris untuk tampil di berbagai panggung internasional, termasuk SXSW Austin dan Sydney, serta menjalani dua kali tur di Tiongkok.
Kini, lewat Pour My Heart Out, Ivoris tak sekadar merilis album perdana. Ia seperti mengajak pendengar masuk lebih jauh ke dalam ruang emosionalnya—tempat cinta, nostalgia, harapan, dan kegelisahan bercampur menjadi satu.
Sepuluh lagu, satu hati, dan cerita yang akhirnya dituangkan sepenuhnya. Pour My Heart Out menjadi penanda babak baru Ivoris di panggung musik global. (*)



