Di sisi lain, ada pula kritik yang menyoroti kualitas efek visual dan kedalaman cerita. Beberapa penonton menganggap efek khusus yang ditampilkan belum mampu memenuhi ekspektasi, terutama bagi mereka yang berharap karya terbaru Stephen Chow bisa melampaui film-film legendaris sebelumnya.
Presenter ternama China, Lin Hai, bahkan mengunggah komentarnya di Weibo setelah menyaksikan film tersebut. Ia menilai hasil karya terbaru Stephen Chow tidak sesuai harapan.
Pernyataannya menarik perhatian publik karena selama bertahun-tahun banyak penggemar mengaku “berutang tiket bioskop” kepada Stephen Chow setelah menikmati karya-karyanya melalui DVD bajakan maupun platform daring.
Dalam proyek ini, Stephen Chow kembali merangkap sebagai sutradara, penulis naskah, sekaligus produser. Film tersebut diproduksi dengan anggaran sekitar 380 juta yuan, atau setara Rp912 miliar.
Dari total biaya produksi itu, hampir separuh dialokasikan untuk pengembangan efek visual dan konten, sekitar 18 persen untuk pembangunan set, sementara sekitar 15 persen digunakan untuk membayar para pemeran.
Salah satu adegan yang paling banyak menyedot biaya adalah adegan oper-operan bola. Proses pengerjaan efek visualnya memakan waktu hingga sembilan bulan dengan biaya mencapai 20 juta yuan, atau sekitar Rp48 miliar.
Film ini menjadi karya terbaru Stephen Chow setelah vakum lebih dari tujuh tahun sejak merilis New King of Comedy.




