KITAINDOINESIASATU.COM – Belum lama ini GoPro meluncurkan produkbaru kamera GoPro Mission 1 Pro ILS memiliki dudukan Micro Four Thirds, standar terbuka memungkinkan Anda menggunakan lensa kamera dari berbagai produsen lain.
Tentu saja langkah ini mampu memberi Anda fleksibilitas, pengoperasian, dan kemudahan penggunaan yang tinggi dengan menggunakan body kamera GoPro.
GoPrp seri ini merupakan kamera baru yang lebih ditujukan untuk para videografer profesional daripada seri Hero yang lebih berfokus pada konsumen, namun dengan dudukan Micro Four Thirds memberikan keleluasaan para videografer untuk kameran di masa mendatang.
“Setelah menghabiskan waktu untuk memotret dengan berbagai macam lensa, saya memiliki beberapa pemikiran tentang kegunaan kamera seharga Rp14 jutaan ini dan apakah kamera ini akan menjadi kesuksesan besar yang sangat dibutuhkan GoPro,” ujar seorang editor petapixel yang mengulas kamera terbaru GoPro ini.
Jika Anda termasuk dalam kelompok pengguna kamera 16 mm dan profesional slow-motion yang rasanya saatnya Anda mencoba dan menggunakan kamera ini, tetapi bagi yang lainnya, GoPro Mission 1 ILS akan lebih berfungsi sebagai barang yang menarik perhatian daripada produk yang benar-benar bermanfaat.
GoPro Mission 1 merupakan seri kamera aksi yang lebih profesional yang mampu merekam video 8K dengan tipe sensor tipe 1 yang lebih besar, baik Mission 1 dan Mission 1 Pro keduanya memiliki lensa ultra-wide tetap, dengan kualitas gambar menakjubkan.
GoPro Mission 1 ILS memiliki berat yang sama yakni 207 gram, dengan kontrol antarmuka tanpilan yang identik akan memudahkan video gramber untuk menambahkan ILS ke pengaturan GoPro mereka tanpa banyak kesulitan.
GoPro Mission 1 Pro memiliki dudukan lensa ulir 46 mm, sayangnya tipe ILS ini tidak tahan air seperti GoPro lainnya yang mengklaim memberikan perlindungan terhadap cuaca jika Anda melindung lensa Anda.
GoPro ILS juga memiliki tampilan ganda seperto pada kamera sebelumnya dengan LCD entuh belakang 2,6 inci 806K dot, dan panel depan kecil 1,4 inci 172K dot yang sebagian besar berguna untuk memeriksa komposisi gambar dan memastikan kamera sedang merekam.
Jika Anda seorang videografer profesional Media Mod Cage seharga $149,99 wajib Anda dimiliki, sebab sangkar kecil ini menambahkan port mikrofon dan headphone 3,5 mm, input remote, micro HDMI, dan port USB-C yang mudah diakses.
Selain itu, ia memiliki sepasang dudukan hot shoe, mikrofon dengan pelindung angin, dan pegangan yang sedikit lebih tinggi, yang membuat memegang kamera jauh lebih nyaman.
Satu-satunya kekurangan adalah pelindung angin membuat menekan tombol rekam sedikit lebih sulit, tetapi secara keseluruhan aksesori ini membuat ILS jauh lebih mudah digunakan.
Dudukan lensa Micro Four Thirds dirancang untuk lensa lebar dan lensa standar atau crop 2X, sehingga dengan mudah mencakup sensor tipe 1 dengan crop 2,7X.
Sayangnya dudukan lensa ini tidak memiliki kontak yang dibutuhkan hampir semua lensa autofokus tidak hanya untuk fokus manual tetapu juga penyesuaian aperture.
Petapixel melakukan sejumlah pengujian dengan menggunakan berbagai lensa dari Kowa, Veydra, Laowa, dan Zeiss sehingga dapat melakukan pengujian yang lebih komprehensif.
Untuk uji coba pertama mencoba menggunakan ILS yang disederhanakan hanya dengan sangkar Media Mod, menggunakan tiga lensa Veydra dari 12-35mm (setara full-frame 32-105mm) di taman hiburan lokal.
Antarmuka bekerja dengan sangat baik untuk mengatur eksposur, tetapi terus-menerus ragu dan kesulitan dengan fokus yang tepat, bahkan saat memperbesar gambar.
Setelah meninjau rekaman saya dari hari itu, saya terkesan dengan kualitas banyak klip, tetapi juga kecewa menemukan banyak bidikan yang tidak fokus atau salah eksposur.
GoPro ILS kualitas gambar secara teknis identik dengan Mission 1 Pro, yang artinya sangat bagus, namun, seperti model tersebut, Anda akan menemukan bahwa perekaman 4K memiliki bayangan yang jauh lebih bersih daripada 8K.
Hal ini memaksa Anda untuk memilih antara resolusi dan rentang dinamis, yang seringkali merupakan pilihan yang sulit, kualitas gerakan lambat sangat luar biasa, dengan detail yang solid hingga 4K/240p.
Rekaman 1080/960p yang menjadi sorotan mungkin tidak terlalu detail dan hanya dapat direkam selama 10 detik, tetapi efeknya tidak dapat disangkal sangat mengesankan.
Sebagai perbandingan, Blackmagic Pocket dapat merekam video Full HD 1080 hingga 30p, GoPro ILS dapat merekam 8K/60p, 4K/120p, dan 1080 hingga 960p! Mungkin tidak dapat merekam video RAW, tetapi ini membuka potensi kreatif yang luar biasa.
Bagi videografer yang mencari slow motion berkualitas tinggi dengan harga terjangkau mungkin akan merasa perlu untuk memiliki GoPro ILS dan beberapa lensa vintage.
Tidak semua slow motion direkam dengan bidang pandang ultra lebar, jadi memiliki beberapa pilihan akan sangat berguna bagi mereka yang merekam serangga, satwa liar, dan uji coba industri, selama mereka nyaman dengan fokus manual. **






