Lifestyle

Eksplorasi Taman Nasional Berbak: Habitat Langka di Sumatra

×

Eksplorasi Taman Nasional Berbak: Habitat Langka di Sumatra

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 31
Taman Nasional Berbak

KITAINDONESIASATU.COM – Taman Nasional Berbak, yang terletak di Provinsi Jambi, Pulau Sumatra, dikenal sebagai kawasan hutan rawa terluas di Asia Tenggara.

Area ini merupakan hutan rawa gambut yang memiliki keanekaragaman spesies palem terbanyak di Indonesia.

Sejak tahun 1935, berdasarkan hukum kolonial Belanda, kawasan ini telah ditetapkan sebagai hutan lindung.

Kemudian, statusnya meningkat menjadi taman nasional dan diakui secara internasional sebagai lahan basah yang penting.

Keistimewaan Taman Nasional Berbak terletak pada kombinasi unik antara hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar, membentang di sepanjang pesisir timur Sumatra.

Vegetasi utama yang mendominasi adalah pohon meranti (Shorea spp.) serta berbagai spesies palem.

Taman ini tercatat memiliki koleksi spesies palem hias terbanyak di tanah air, dengan beberapa di antaranya termasuk spesies langka seperti daun payung (Johanesteijmannia altifrons) dan spesies baru bernama Lepidonia kingii, dari famili Lorantaceae, yang dikenal dengan bunganya yang besar berwarna merah atau ungu.

Selain kekayaan floranya, Taman Nasional Berbak juga menjadi rumah bagi berbagai satwa langka.

Di antaranya adalah badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), dan kancil (Tragulus javanicus kanchil).

Tak hanya itu, lebih dari 300 jenis burung juga menghuni kawasan ini, termasuk burung kuntul cina (Egretta eulophotes), bangau putih (Leptoptilos javanicus), aneka burung raja-udang (Alcedinidae spp.), dan bebek hutan sayap putih (Cairina scutulata).

Satwa lain yang dapat ditemukan adalah kura-kura raksasa (Orlitia borneensis) dan kura-kura batagur (Batagur baska).

Setiap tahunnya, ratusan hingga ribuan burung migran bermigrasi melintasi taman ini, menciptakan pemandangan spektakuler di langit.

Akses Menuju Lokasi
Dari Kota Jambi, perjalanan dapat ditempuh menggunakan speedboat melalui Sungai Batanghari, kemudian belok ke Sungai Air Hitam Dalam selama sekitar 2,5–3 jam.

Alternatif lain, perjalanan langsung ke Nipah Panjang memakan waktu sekitar 4,5 jam, dilanjutkan menuju Desa Air Hitam Laut selama 5–8 jam melintasi Laut Cina Selatan, tergantung kondisi ombak.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *