Sebelumnya, para penggemar di seluruh dunia menyambut gembira keputusan pengadilan pada tahun 2021 yang membebaskan Britney dari pengawasan hukum yang berlangsung selama 13 tahun.
Selama masa itu, ia tidak memiliki kendali atas harta benda, keuangan, maupun aspek-aspek penting dalam kehidupannya.
Ayahnya, Jamie Spears, pernah menjabat sebagai pengawasnya hingga akhirnya dicopot dari jabatan tersebut pada tahun yang sama.
Keputusan tersebut didukung oleh gerakan sosial yang diprakarsai oleh para penggemarnya dengan tagar #FreeBritney, yang menggalang dukungan dan menarik perhatian publik terhadap kondisi dan kesejahteraan penyanyi tersebut.
Saat itu, Britney menyampaikan rasa terima kasihnya melalui akun media sosialnya.
Berdasarkan hukum di negara bagian California, Amerika Serikat, tindakan mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan digolongkan sebagai pelanggaran yang memiliki tingkatan sanksi berbeda-beda tergantung riwayat kasus dan dampak yang ditimbulkan.
Untuk pelanggaran pertama yang tidak menyebabkan kecelakaan atau korban jiwa, sanksi yang umumnya diterapkan berupa denda, masa percobaan, serta kewajiban mengikuti program pendidikan atau rehabilitasi, tanpa harus menjalani hukuman penjara dalam waktu yang lama.***

