KITAINDONESIASATU.COM – Konsep The Law of Attraction atau hukum tarik-menarik kerap dipahami sebagai cara mewujudkan impian hanya dengan berpikir positif dan membayangkan hasil yang diinginkan.
Anggapan tersebut membuat sebagian orang percaya bahwa kesuksesan akan datang tanpa perlu melakukan tindakan nyata.
Namun, praktisi bisnis dan digital marketing Denny Santoso menjelaskan bahwa pemahaman seperti itu tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, visualisasi memang dapat membantu membangun pola pikir yang positif, tetapi hasil nyata tetap membutuhkan usaha, konsistensi, dan tindakan yang terarah agar tujuan dapat tercapai.
Visualisasi The Law of Attraction Harus Diiringi Tindakan Nyata
Denny Santoso menjelaskan bahwa The Law of Attraction bukan sekadar membayangkan keberhasilan sambil menunggu hasil datang dengan sendirinya.
Pikiran positif berfungsi untuk membantu seseorang memiliki keyakinan, fokus, dan motivasi yang lebih kuat dalam mengejar target yang telah ditetapkan.
Saat seseorang memiliki tujuan yang jelas, pola pikir tersebut akan mendorongnya mengambil keputusan yang lebih baik, melihat peluang, dan berani bertindak. Dengan kata lain, visualisasi menjadi pemicu untuk bergerak, bukan pengganti kerja keras.
Menurutnya, banyak orang gagal karena hanya berfokus pada afirmasi positif tanpa melakukan langkah nyata. Sebaliknya, orang yang berhasil biasanya menggabungkan keyakinan, perencanaan, proses belajar, dan eksekusi secara konsisten.
Denny juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif setiap hari. Langkah kecil yang dilakukan secara berulang akan memberikan hasil yang lebih besar dibanding hanya berharap pada kekuatan pikiran semata.



