KITAINDONESIASATU.COM – Sejak dua tahun terakhir, Bakpia dan Wingko Ngasem milik Bambang Wiwit menjadi daya tarik tersendiri di Pasar Ngasem, Kota Yogyakarta.
Keistimewaan Bakpia Ngasem dan Wingko Ngansem tersebut terletak pada cara penyajian: bakpia dipanggang langsung di tempat saat pembeli memesannya, sehingga selalu hangat dan segar. Harganya pun ramah di kantong dengan rasa yang tetap terjaga.
“Di sini yang bisa langsung dipanggang itu bakpia kacang hijau dan wingko. Kalau varian lain seperti keju, cokelat, atau durian harus pesan sehari sebelumnya. Untuk kacang hijau bisa langsung dimasak dan dibeli di tempat,” jelas Marfi Anto Faturohman, pegawai Bakpia dan Wingko Ngasem.
Usaha yang berdiri sejak 1996 ini awalnya hanya menawarkan empat varian rasa: kacang hijau, keju, cokelat, dan durian.
Hingga kini, rasa kacang hijau dan wingko tetap menjadi favorit karena dapat dipanggang langsung di lokasi dan cita rasanya tidak pernah berubah.
“Karena tanpa bahan pengawet, daya tahan bakpia berbeda-beda. Untuk varian keju dan cokelat, hanya tahan sekitar satu pekan. Sementara bakpia basah dan wingko bertahan sekitar empat hari saja,” tambah Anto.
Rahasia bertahannya Bakpia Ngasem di tengah persaingan ketat adalah konsistensi kualitas bahan.
“Kami lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Walaupun antrean panjang sampai berjam-jam, kami tidak mau instan atau asal ambil dari pabrik lain. Kalau pembeli rela menunggu 1–2 jam, rasanya tetap terjamin,” tegasnya.
Setiap hari, Bakpia Ngasem buka mulai pukul 06.00 hingga 13.00 di Pasar Ngasem. Proses memanggangnya masih tradisional, menggunakan anglo dan arang sehingga menghasilkan aroma khas.

