KITAINDONESIASATU.COM – Telur, yang selama ini disalahpahami, sebenarnya bukanlah penyebab utama peradangan dalam tubuh.
Faktanya, telur adalah makanan bernutrisi tinggi, fungsional yang mengandung vitamin B12, vitamin D, dan selenium yang memiliki sifat anti-inflamasi.
Namun para ahli juga mengatakan peradangan kronis lebih sering dipicu oleh pola makan tidak sehat, seperti konsumsi gula berlebih, makanan olahan, dan lemak trans.
Ahli gizi Lauren Harris-Pincus penulis The High-Protein Breakfast Club dan Easy Prediabetes Diet menyatakan, kecuali Anda memiliki alergi telur atau sensitivitas khusus, telur tidak dianggap sebagai makanan yang menyebabkan peradangan bagi kebanyakan orang.
Lebih lanjut Harris menambahkan faktanya, telur mengandung banyak nutrisi yang terkenal dan melimpah, seperti vitamin D dan C dengan sifat anti-inflamasi, antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, serta protein berkualitas tinggi.
Sama seperti ada makanan yang memicu peradangan, ada juga makanan yang membantu melawannya, di sinilah diet anti-inflamasi berperan.
Scott Keatley dari Keatley Medical Nutrition Therapy seperti dilansir majalan Elle sebelumnya menjelaskan, diet anti-inflamasi adalah prinsip pemilihan makanan yang dirancang untuk mengurangi peradangan kronis dan menyediakan tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkan untuk mengaktifkan mekanisme anti-inflamasi.
Ia lebih lanjut mencatat, beberapa penelitian pada manusia telah menunjukkan bahwa diet yang dirancang khusus untuk mencapai efek anti-inflamasi dapat membantu mengurangi efek diabetes, penyakit arteri koroner, dan asma.
Diet ini sangat menekankan pada makanan alami dan nabati yang bernilai gizi tinggi.
Menurut para ahli dan Mayo Clinic, diet anti-inflamasi biasanya mencakup kelompok makanan berikut:
- Biji-bijian utuh
- Buah-buahan
- Sayuran
- Ikan berlemak
- Kacang-kacangan
- Biji-bijian
Menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional Taiwan, diet anti-inflamasi, seperti diet Mediterania, telah terbukti membantu mengurangi risiko penyakit jantung, penyakit Alzheimer, dan kanker tertentu. **


