KITAINDONESIASATU.COM – Viktor Maulana turun dari motor. Pelatih pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate atau SH Terate lalu bergegas pergi ke tengah lapang.
Sepanjang mata memandang, terlihat lapangan rumput menghampar dan di sekitarnya dikeliling pohon-pohon rimbun. Di sana telah bersiap sekumpulan anggota SH Terate berbaris.
“Hari ini perkumpulan kami melaksanakan ujian kenaikan tingkat,” kata Viktor di Buperta (bumi perkemahan agrowisata) Ragunan, Jakarta Selatan, pada Kamis (26/12/2024).
Dia katakan, sehari sebelumnya pencak silat yang didirikan pada 1922 ini telah mengajak anggota-anggota, olahraga lari sepanjang 20 kilometer ke kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Viktor mengaku bahwa acara yang digelar hari ini untuk anggota yang bernaung di Ranting Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
“Yang di Ragunan adalah ujian untuk anggota ranting Pasar Minggu,” ujar pelatih yang sehari-hari bekerja sebagai driver Ojol (ojek online) ini kepada Kita Indonesia Satu.Com.
Ia mengakui telah bergabung di SH Terate sejak tiga tahun lalu, yakni pada 2021. Di perguruan pencak silat in, banyak yang bergabung menjadi anggota lantaran tidak dipungut iuran bulanan yang mahal.
“Per bulan cuma lima puluh ribu rupiah dan para pelatihnya tidak dibayar. Mereka mengajar silat secara sukarela, termasuk diri saya,” ucapnya sembari tertawa memamerkan gigi yang sudah tidak lengkap itu.
Pencak silat ini awalnya didirikan di Tanah Jawa itu pun di Madiun, Jawa Timur, oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pada 1922 lalu, sebelum Indonesia merdeka.



