KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi menunjukkan penguatan terhadap dolar AS.
Mata uang Garuda tercatat naik 42 poin atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp17.126 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.168.
Penguatan ini dipengaruhi oleh sentimen positif dari pasar global, terutama terkait harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut turut mendorong pelemahan dolar AS serta penurunan harga minyak mentah dunia.
Optimisme Negosiasi Jadi Penggerak Pasar
Analis menilai pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi investor terhadap perkembangan geopolitik.
Harapan adanya dialog lanjutan antara kedua negara membuat pelaku pasar lebih percaya diri, meskipun sinyal dari pihak Iran masih belum sepenuhnya konsisten.
Di sisi lain, rencana pertemuan lanjutan yang difasilitasi di Pakistan turut menjadi perhatian pasar global.
Meski terdapat perbedaan pernyataan dari berbagai pihak terkait kelanjutan negosiasi, optimisme terhadap tercapainya kesepakatan tetap menjadi faktor utama yang menggerakkan nilai tukar.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih bergerak dalam rentang Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS.
Stabilitas ini akan sangat bergantung pada perkembangan diplomasi internasional serta arah kebijakan ekonomi global dalam beberapa waktu ke depan.(*)

