Kebijakan ini dinilai berpotensi membantu menjaga stabilitas rupiah, terutama karena Indonesia memiliki kontribusi ekspor komoditas yang besar, seperti batu bara, nikel, dan kelapa sawit.
Namun, pergerakan rupiah tetap akan sangat dipengaruhi perkembangan ekonomi global dan sentimen investor terhadap negara berkembang dalam beberapa bulan mendatang.(*)




