Keuangan

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Berbalik Positif pada Perdagangan Selasa

×

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Berbalik Positif pada Perdagangan Selasa

Sebarkan artikel ini
Rupiah melemah Jumat ini ke Rp18.021.
Rupiah melemah Jumat ini ke Rp18.021.

KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan pada awal sesi.

Mata uang Garuda menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan menutup perdagangan di level Rp18.091 per dolar AS, menunjukkan adanya perbaikan sentimen di pasar keuangan domestik.

Penguatan ini menjadi kabar positif setelah pada pembukaan perdagangan rupiah sempat bergerak melemah. Meski demikian, pergerakan pasar sepanjang hari berhasil membawa mata uang Indonesia kembali menguat hingga penutupan.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah menguat sekitar 18 poin atau 0,10 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.109 per dolar AS. Pergerakan tersebut mencerminkan masih adanya peluang penguatan meskipun volatilitas di pasar valuta asing tetap tinggi.

Rupiah Berbalik Menguat Setelah Sempat Tertekan

Pada sesi pagi, nilai tukar rupiah sempat bergerak di zona negatif dan menyentuh level sekitar Rp18.115 per dolar AS. Tekanan tersebut membuat rupiah melemah tipis dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Namun, memasuki perdagangan siang hingga sore, tekanan terhadap mata uang domestik mulai mereda sehingga rupiah mampu membalikkan keadaan dan ditutup menguat.

Selain pergerakan di pasar spot, penguatan juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia.

Nilai tukar JISDOR tercatat berada di level Rp18.099 per dolar AS, lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai Rp18.131 per dolar AS.

Pergerakan rupiah masih dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global. Sentimen terkait kebijakan moneter Amerika Serikat, kondisi ekonomi internasional, hingga arus modal asing masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan mata uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *