10. Terbentuknya negara melalui adanya kelebihan dan dominasi seseorang atas orang lain, pemahaman itu merupakan intisari dari …
a. Teori perjanjian
b. Teori pemerintahan
c. Teori politik
d. Teori yuridis
e. Teori kekuasaan
Jawaban : e
Pembahasan: Teori kekuasaan yang bersifat fisik: yaitu yang kuatlah yang berkuasa (ajaran yang dianut oleh Machiaveli).
11. Sepanjang sejarah Indonesia, telah diselenggarakan pemilu sebanyak …
a. 13 kali
b. 11 kali
c. 9 kali
d. 4 kali
e. 12 kali
Jawaban : a
Pembahasan: Pemilihan umum di Indonesia sampai dengan tahun 2024 telah diadakan sebanyak 13 kali yaitu pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009, 2014, 2019, dan 2024.
12. Lembaga yang menjalankan pemerintahan daerah dan melaksanakan tugas mengatur rumah tangga daerahnya saat Indonesia baru merdeka adalah …
a. Komite Nasional Indonesia Daerah
b. Komite Nasional Indonesia Merdeka
c. Komite Nasional Perbantuan Daerah
d. Komite Daerah
e. Komite Daerah Perbantuan Nasional
Jawaban : a
Pembahasan: Kalau di pusat ada Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), untuk daerah dibentuklah Komite Nasional Indonesia Daerah.
13. Negara yang mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia yang pertama kali adalah …
a. Jepang
b. India
c. Thailand
d. Amerika Serikat
e. Mesir
Jawaban : e
Pembahasan: Pengakuan kedaulatan diawali oleh perjanjian kerjasama antara Indonesia dan Mesir.
14. Nama raja kerajaan Ternate – Tidore adalah sebagai berikut, kecuali …
a. Pangeran Nuku
b. Zainal Abidin
c. Sultan Baabullah
d. Sultan Agung
e. Sultan Hairun
Jawaban : d
Pembahasan: Nama raja kerajaan Ternate – Tidore adalah Zainal Abidin, Sultan Baabullah, Sultan Hairun, Pangeran Nuku, Sultan Mansur.
15. Tiga tuntutan rakyat (Tritura) disampaikan oleh …
a. Indische Partij
b. KAMI
c. Jong Celebes
d. Tiga Serangkai
e. Jong Java
Jawaban : bPembahasan: Tiga tuntutan kepada pemerintah yang diserukan para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) disampaikan oleh Tritura. Isinya adalah bubarkan PKI dan ormasnya, perombakan kabinet Dwikora, dan turunkan harga sandang-pangan.




