Keuangan

IHSG Melemah Tipis 0,12 Persen Sepekan, Investor Waspadai Rebalancing MSCI

×

IHSG Melemah Tipis 0,12 Persen Sepekan, Investor Waspadai Rebalancing MSCI

Sebarkan artikel ini
IHSG Menguat 18,44 Poin ke 6.383
IHSG terperosok 6.000, (IDX)

KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cenderung sideways sepanjang perdagangan pekan ini.

Pada Jumat (28/8/2026), IHSG ditutup melemah tipis 0,05 persen ke level 6.518,12. Secara mingguan, indeks tercatat terkoreksi 0,12 persen.

Pergerakan tersebut berlangsung di tengah tekanan jual yang muncul di pasar saham domestik. Meski demikian, IHSG masih mampu bertahan di atas moving average (MA) 20 sehingga peluang penguatan masih terbuka pada perdagangan berikutnya.

Sentimen eksternal turut menjadi perhatian investor. Pelaku pasar mencermati perkembangan Jackson Hole Symposium untuk mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed.

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Berdasarkan probabilitas pasar, The Fed masih diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menentukan strategi perdagangan.

Selain kebijakan The Fed, konsolidasi harga emas dan minyak dunia turut memengaruhi pergerakan IHSG. Mulai meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menjadi sentimen yang diperhitungkan pasar.

Investor domestik juga mengantisipasi rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mulai efektif pada 1 September 2026. Agenda tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas karena pasar mengantisipasi kemungkinan arus dana asing keluar.

Dari dalam negeri, dinamika politik yang sebelumnya memicu demonstrasi masyarakat turut memberikan tekanan terhadap sentimen pasar. Namun, kondisi tersebut mulai berangsur kondusif.

Untuk perdagangan Senin (31/8/2026), IHSG diperkirakan masih mempunyai peluang menguat secara terbatas. Area support indeks berada di sekitar 6.506, sedangkan resistance diperkirakan berada pada 6.539.

Beberapa saham yang dapat menjadi perhatian investor antara lain AMRT dengan target harga Rp1.455-Rp1.520, INDF pada kisaran Rp7.450-Rp7.650, serta LSIP dengan target Rp1.525-Rp1.590.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *