Keuangan

IHSG Loyo di Penutupan Perdagangan, Sentimen Dalam Negeri dan Dunia Jadi Sorotan

×

IHSG Loyo di Penutupan Perdagangan, Sentimen Dalam Negeri dan Dunia Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
ihsg
IHSG melemah saat penutupan hari ini.

KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Selasa (30/6) sore. IHSG ditutup anjlok 177,60 poin atau 3,05 persen ke level 5.643,19, sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut terperosok 3,47 persen ke posisi 553,11.

Tekanan terhadap pasar dipicu kombinasi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri yang membuat pelaku pasar memilih menahan diri sambil menunggu kepastian arah ekonomi global maupun domestik.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa investor masih berada dalam posisi wait and see. Pasar disebut masih dibayangi rilis data ekonomi penting serta evaluasi MSCI yang dinilai berpotensi memengaruhi pergerakan modal asing.

Tak hanya itu, kekhawatiran investor semakin meningkat setelah muncul aturan baru yang memberikan kekebalan hukum menyeluruh bagi pembeli obligasi yang diterbitkan Danantara. Kebijakan tersebut memicu pertanyaan terkait tata kelola dan transparansi sehingga mendorong arus keluar dana investor asing dari pasar saham Indonesia.

Dari faktor global, perhatian pelaku pasar tertuju pada rencana dimulainya kembali perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar. Namun, prospek perdamaian masih diselimuti ketidakpastian setelah kedua negara mengirimkan sinyal yang berbeda-beda.

Iran juga menegaskan akan tetap mengawasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang selama ini menjadi perhatian utama pasar energi internasional. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Teheran akan dilanjutkan usai kedua pihak sepakat menghentikan aksi saling serang.

Sementara itu, kabar positif datang dari China. Aktivitas manufaktur Negeri Tirai Bambu meningkat dengan indeks mencapai 50,3 dari sebelumnya 50,0. Kenaikan ini ditopang kuatnya permintaan ekspor produk teknologi tinggi yang mampu meredam dampak gangguan perdagangan akibat memanasnya situasi Timur Tengah.

Untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, Bank Sentral China (PBOC) juga menggelontorkan dana segar sebesar 300 miliar yuan melalui operasi reverse repo guna memperkuat likuiditas jangka pendek di sistem keuangan.

Sepanjang perdagangan, IHSG tak mampu keluar dari zona merah. Setelah dibuka melemah, indeks terus bergerak negatif hingga sesi pertama berakhir dan bertahan di wilayah penurunan sampai penutupan perdagangan.

Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia kompak terkoreksi. Sektor barang baku menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 5,43 persen, disusul sektor energi sebesar 3,47 persen dan sektor barang konsumen nonprimer sebesar 2,58 persen. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *