KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa (15/9/2026).
Pada penutupan sesi pertama, IHSG melemah 49,77 poin atau 0,76 persen ke level 6.484,92. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih cukup kuat setelah indeks sebelumnya mengalami volatilitas tinggi.
Pelemahan IHSG terutama dipengaruhi sentimen eksternal. Bursa saham kawasan Asia bergerak tertekan, sementara investor mencermati lonjakan harga minyak dunia setelah Arab Saudi menutup jalur pipa minyak utama.
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan prospek perekonomian global.
Di dalam negeri, respons positif pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara juga mulai mereda. IHSG memang sempat dibuka menguat ke level 6.544,77, tetapi kemudian berbalik turun dan menembus kembali level psikologis 6.500.
Tekanan Global Membayangi Pergerakan IHSG
Pasar saham Indonesia masih menghadapi sejumlah risiko eksternal yang membuat investor cenderung berhati-hati. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat meningkatkan biaya energi sekaligus memperbesar tekanan inflasi.
Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan penantian investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Pergantian Menteri Keuangan dinilai belum cukup menjadi katalis untuk membalikkan tren IHSG secara berkelanjutan.
Sentimen positif dari pelantikan Suahasil Nazara sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai respons atas kepastian figur baru di Kementerian Keuangan. Investor masih menunggu kebijakan konkret terkait fiskal dan pengelolaan ekonomi.

