KITAINDONESIASATU.COM – Harga Bitcoin kembali mencatat penguatan di tengah pergerakan pasar kripto yang relatif stabil.
Mata uang kripto terbesar di dunia tersebut naik sekitar 1,46 persen hingga mencapai level 62.448 dolar Amerika Serikat pada perdagangan terbaru.
Kenaikan ini didorong oleh membaiknya sentimen investor setelah arus dana kembali mengalir ke produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Data pasar menunjukkan kembalinya investasi ke ETF Bitcoin spot menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga.
Setelah mengalami arus keluar selama 10 hari berturut-turut, produk investasi tersebut akhirnya membukukan aliran dana masuk yang cukup besar.
Kondisi ini dinilai sebagai sinyal bahwa minat investor institusi mulai pulih setelah sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir.
Sentimen Ekonomi AS Perkuat Peluang Penguatan Harga Bitcoin
Selain didorong oleh arus dana ETF, Bitcoin juga memperoleh dukungan dari data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja.
Angka ketenagakerjaan yang lebih rendah dari perkiraan memunculkan harapan bahwa tekanan inflasi mulai mereda sehingga peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat menjadi lebih kecil.
Ekspektasi tersebut mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin. Di saat yang sama, pasar juga mencatat tingginya likuidasi posisi jual yang memaksa sejumlah pelaku pasar membeli kembali Bitcoin untuk menutup transaksi mereka.
Situasi tersebut ikut meningkatkan permintaan dan memperkuat tren kenaikan harga.



