KITAINDONESIASATU.COM – Harga Bitcoin kembali menguat pada perdagangan Rabu dengan bergerak mendekati level US$64.000.
Penguatan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.
Meski sempat tertekan akibat aksi jual saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), Bitcoin mampu menunjukkan ketahanan dan kembali bergerak positif.
Kondisi tersebut mencerminkan bahwa aset kripto terbesar di dunia masih menjadi perhatian investor di tengah ketidakpastian ekonomi global dan arah suku bunga AS.
Selain kebijakan The Fed, laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa juga menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar.
Bitcoin Bertahan Positif di Tengah Ketidakpastian Pasar
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.075 setelah sebelumnya sempat turun di bawah level US$63.000. Pemulihan tersebut menunjukkan minat beli masih cukup kuat meskipun pasar keuangan global sedang dibayangi tekanan pada sektor teknologi.
Fokus investor kini tertuju pada keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga, meski peluang kenaikan masih tetap terbuka.
Apabila The Fed mengambil kebijakan yang lebih ketat, aset berisiko seperti kripto berpotensi mengalami tekanan. Sebaliknya, sinyal pelonggaran kebijakan dapat mendorong kenaikan harga Bitcoin dan aset digital lainnya.
Di sisi lain, arus investasi melalui ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat masih menunjukkan aliran dana yang relatif positif sepanjang bulan ini, meskipun sempat terjadi beberapa kali arus keluar dalam beberapa hari terakhir.
Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama juga bergerak menguat.
Ethereum mencatat kenaikan sekitar 1,5 persen, XRP menguat lebih dari 2 persen, sementara Cardano menjadi salah satu aset dengan kenaikan terbesar. Solana dan Dogecoin juga berada di zona hijau meski kenaikannya lebih terbatas.
