KITAINDONESIASATU.COM – Saham Meta Platforms Inc., perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, mengalami kenaikan 2,4 persen dalam perdagangan tengah hari pada Selasa, 3 November 2026.
Pergerakan positif tersebut membawa harga saham berkode META ke level 621,03 dolar AS, setelah sebelumnya ditutup pada posisi 606,73 dolar AS.
Berdasarkan laporan MarketBeat, harga saham Meta sempat menyentuh 624,84 dolar AS. Namun, volume perdagangan tercatat sekitar 13,49 juta saham atau 25 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata transaksi harian.
Kenaikan ini terjadi ketika perusahaan tengah memperbesar investasi kecerdasan buatan (AI), sekaligus mencari pendanaan untuk mendukung pengembangan infrastruktur teknologi.
Tiga Faktor yang Memengaruhi Prospek Saham Meta
Ada sejumlah perkembangan yang menjadi perhatian investor dalam menilai pergerakan saham Meta Platforms.
- Permintaan obligasi tinggi. Rencana penerbitan obligasi senilai 20 miliar hingga 25 miliar dolar AS menarik pesanan investor hingga 58 miliar dolar AS. Pendanaan tersebut akan membantu membiayai pengembangan infrastruktur AI.
- Kinerja keuangan meningkat. Pada kuartal terakhir, Meta membukukan pendapatan 64,6 miliar dolar AS, meningkat 26,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham mencapai 7,40 dolar AS, melampaui perkiraan analis sebesar 6,54 dolar AS.
- Penilaian analis masih positif. MarketBeat mencatat konsensus rekomendasi saham META berada pada kategori Moderate Buy. Sebanyak tiga analis memberikan rekomendasi Strong Buy, 47 analis merekomendasikan Buy, dan tujuh lainnya memberikan penilaian Hold. Target harga rata-rata tercatat sebesar 833,12 dolar AS.





