KITAINDONESIASATU.COM – Meta resmi menghapus fitur enkripsi end-to-end atau E2EE pada layanan direct message (DM) Instagram mulai Mei 2026.
Kebijakan baru Meta ini langsung memicu perhatian publik karena berkaitan dengan keamanan dan privasi percakapan pengguna di platform media sosial tersebut.
Sebelumnya, fitur E2EE memungkinkan pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Dengan sistem itu, pihak ketiga termasuk penyedia layanan tidak bisa mengakses isi percakapan pribadi pengguna.
Alasan Meta Hapus Fitur E2EE Instagram
Meta menyebut penghapusan fitur tersebut dilakukan karena tingkat penggunaan enkripsi opsional di Instagram tergolong rendah dibandingkan layanan lain seperti WhatsApp.
Perusahaan juga ingin memperkuat sistem moderasi konten dan keamanan digital di platform mereka.
Dengan perubahan ini, pesan berupa teks, foto, video, hingga pesan suara di DM Instagram tidak lagi sepenuhnya terenkripsi.
Sistem Meta kini dapat mengakses data tertentu untuk kepentingan pengawasan dan penanganan pelanggaran konten.
Kebijakan tersebut menimbulkan perdebatan di kalangan pengguna internet terkait keseimbangan antara keamanan platform dan perlindungan privasi digital.

