KITAINDONESIASATU.COM – Perusahaan teknologi Meta dikabarkan mengambil langkah besar dalam restrukturisasi global dengan meminta sejumlah karyawan di wilayah Amerika Utara bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Kebijakan tersebut dilakukan menjelang proses pengurangan tenaga kerja yang disebut menjadi salah satu gelombang pemutusan hubungan kerja terbesar dalam sejarah perusahaan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan yang tengah melakukan perubahan struktur organisasi.
Pengurangan karyawan diperkirakan menyasar sekitar 10 persen tenaga kerja global seiring upaya perusahaan merampingkan operasional.
Restrukturisasi Meta Dipicu Fokus Besar pada AI
Karyawan yang terdampak disebut akan menerima informasi terkait status pekerjaan melalui surat elektronik pada waktu dini hari sesuai wilayah masing-masing.
Situasi tersebut memicu ketidakpastian di lingkungan kerja dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegawai.
Di tengah proses restrukturisasi, Meta juga melakukan penyesuaian internal dengan memindahkan ribuan pegawai ke posisi baru.
Perusahaan ingin menciptakan struktur kerja yang lebih sederhana dengan tim yang lebih kecil dan dinilai lebih cepat dalam menjalankan tugas.
Langkah efisiensi ini juga dikaitkan dengan meningkatnya investasi perusahaan pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

