KITAINDONESIASATU.COM – Elon Musk memperjelas rencana pengembangan Terafab, fasilitas produksi chip yang tengah disiapkan di Texas, Amerika Serikat.
Pada Rabu, 7 Oktober 2026, Musk menyatakan perusahaan-perusahaannya akan membangun sekaligus mengoperasikan fasilitas tersebut, sehingga Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. atau TSMC tidak akan memiliki peran operasional di Terafab.
Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya Musk mengungkapkan adanya pembicaraan dengan TSMC terkait proyek Terafab. Perubahan penjelasan ini mempersempit kemungkinan keterlibatan perusahaan semikonduktor asal Taiwan tersebut.
TSMC masih berpeluang menyewa sebagian area Terafab, tetapi bukan sebagai pihak yang menjalankan fasilitas secara keseluruhan.
Terafab Jadi Proyek Strategis Chip AI Musk
Terafab dirancang sebagai fasilitas produksi semikonduktor berkapasitas besar yang akan mendukung kebutuhan teknologi Tesla dan SpaceX.
Chip yang diproduksi ditujukan untuk berbagai kebutuhan kecerdasan buatan, kendaraan, robotika, hingga teknologi antariksa.
Di tengah perubahan posisi TSMC, Intel tetap terlibat dalam proyek tersebut. CEO Intel Lip-Bu Tan menyatakan perusahaan tetap melanjutkan kerja sama dengan proyek Terafab.
Intel sebelumnya menjadi salah satu mitra teknologi dalam pengembangan fasilitas produksi chip tersebut.
Keputusan Musk mempertahankan kendali operasional Terafab sekaligus mempertahankan Intel sebagai mitra menunjukkan bahwa proyek tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan produksi chip secara lebih terintegrasi di Amerika Serikat.
Hal ini juga menjadi penting karena TSMC secara terpisah tengah mempertimbangkan pembangunan kampus semikonduktor baru di Texas.




