KITAINDONESIASATU.COM – Dunia teknologi kembali berguncang. xAI, perusahaan rintisan kecerdasan buatan milik Elon Musk, mengumumkan bahwa model AI terbarunya, Grok 4, kini dapat digunakan secara gratis oleh siapa saja di seluruh dunia. Keputusan ini muncul tak lama setelah rilis GPT-5, memperpanas persaingan global di pasar AI yang sudah memanas.
Grok 4 disebut mampu menangani pertanyaan kompleks secara otomatis, dan saat pengguna beralih ke expert mode, sistem juga akan menggunakan model ini.
xAI menyebut bahwa mereka menerapkan “batas penggunaan yang murah hati” untuk pengguna gratis. Namun, batas ini ternyata hanya lima kali penggunaan setiap 12 jam—setelah itu, aplikasi Grok tak lagi bisa diakses hingga reset berikutnya.
Langkah ini memicu protes dari sebagian pengguna berbayar, yang merasa biaya langganan mereka—USD 30 per bulan atau USD 300 per tahun—menjadi tidak sebanding, karena pengguna gratis kini juga mendapat akses Grok 4. Beberapa bahkan merasa “dikhianati”.
Meski begitu, pihak xAI dan Musk belum memberikan tanggapan resmi. Saat ditanya apakah sebaiknya membatalkan langganan, Grok sendiri menjawab secara diplomatis: tidak mendorong pembatalan, tetapi juga tidak melarangnya.
Bersamaan dengan itu, Musk memperkenalkan Grok Imagine, versi terbaru layanan pembuatan video AI. Pembaruan ini membawa fitur berbagi video, perbaikan bug unduhan, kontrol audio (mute/unmute), serta sistem moderasi gambar yang lebih ketat. Fitur ini diduga sebagai respons terhadap maraknya generasi konten sensitif yang melibatkan figur publik.
Uji coba di lapangan menunjukkan Grok 4 sudah tersedia untuk pengguna gratis, meski varian Grok 4 Heavy belum dirilis. Saat diberi instruksi kompleks—misalnya membuat animasi 3D untuk menjelaskan prinsip Bernoulli—Grok 4 sempat gagal meski telah mengakses 111 halaman referensi. Barulah setelah instruksi dipersempit dan diarahkan dengan jelas, Grok 4 berhasil menulis kode dan menghasilkan animasi.
Fenomena ini sejalan dengan tren industri AI yang semakin terbuka. OpenAI telah membuka akses ke model GPT-5, sementara perusahaan besar lain juga menurunkan harga atau menawarkan paket gratis untuk memperluas basis pengguna.
