KITAINDONESIASATU.COM – Meninggalnya penyanyi Thailand berusia 20 tahun, Ping Chayada, memunculkan kekhawatiran mengenai bahaya pijat kretek atau memutar leher.
Dilansir South China Morning Post, Dr. Chatpon Kongfeangfung, yang memiliki 1,1 juta pengikut TikTok, mengunggah video yang menekankan potensi bahaya memutar leher.
“Seorang tukang pijat yang berpengalaman tidak akan memutar leher klien karena itu dikenal sebagai titik yang berbahaya,” katanya dalam salah satu video terbarunya.
Menurutnyab dia sudah pernah memperingatkan orang-orang sebelumnya, jangan pernah biarkan tukang pijat memutar leher Anda karena itu bisa berakibat fatal.
Kongfeangfung lebih lanjut menjelaskan bahwa leher merupakan rumah bagi arteri karotis, yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen ke otak, dan penyempitan apa pun di area ini dapat menyebabkan stroke atau kerusakan otak.
Sebelum meninggal, Chayada mengunggah sekitar tiga sesi pijat yang diterimanya di sebuah panti pijat Thailand di Provinsi Udon Thani.
Dalam dua kunjungan pertamanya, seorang terapis melakukan manuver memutar leher, dan setelah sesi ketiga yang lebih intens, ia mulai mengalami mati rasa, nyeri, dan kelemahan otot, yang akhirnya menyebabkan kelumpuhan pada lengan kanannya.
Ia dirawat di rumah sakit tak lama setelah itu tetapi meninggal karena septikemia dan pembengkakan otak pada 8 Desember, sebagaimana dilaporkan oleh Bangkok Post .
Ahli saraf, Dr. Surat Tanprawate, seorang dokter Thailand lainnya, menyarankan bahwa kematian Chayada tidak mungkin disebabkan langsung oleh cedera tulang belakang akibat memutar leher dalam pijat tradisional Thailand.
Tetapi ia juga memperingatkan tentang risiko dari praktik yang intens tersebut yang bisa berakibat fatal.
Tanprawate menjelaskan di Facebook bahwa kondisi ini, yang dikenal sebagai hiperalgesia, terjadi ketika sel-sel merasakan disfungsi dan menimbulkan rasa sakit sendiri, biasanya karena peradangan.
Ia juga mencatat, “Yang penting adalah, ketika sangat sakit, tukang pijat akan menekannya paling keras karena itulah yang diinginkan klien.”
Pijat tradisional Thailand, atau “Nuad Thai,” adalah praktik budaya yang sudah mengakar kuat dan diakui oleh UNESCO sebagai warisan takbenda.
Namun, para ahli menekankan bahwa meskipun banyak terapis pijat yang terakreditasi, praktisi informal, terutama di kawasan wisata, mungkin tidak memiliki pelatihan yang memadai. **


