KITAINDONESIASATU.COM -Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Sang Ngurah Wiratama membeberkan fakta terbaru dari kasus tindak pelecehan seksual yang terjadi di pondok pesantren Al Qona’ah, di Kampung Jarakosta Asem, Desa Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, jumlah korban pelecehan seksual dua tersangka S (51) dan MHS (29) terus bertambah. Korban terbaru berinisial M (15) mau buka suara setelah pihak kepolisian melakukan pendekatan dan memberikan trauma healing terhadap korban.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Tama ini mengatakan bahwa korban terbaru mengaku menjadi korban guru ngaji di ponpes tersebut yang berinisial MHS anak dari tersangka S juga sebagai pemilik ponpes.
“Tadi malam kami melaksanakan pemeriksaan sampai subuh, kita berhasil meyakinkan 1 korban kembali untuk membuka permasalahan ini menjadi terang. 1 korban bertambah, yang bersangkutan menyampaikan bahwa dia juga salah satu korban dari MHS atau anak dari pelaku S yang juga sebagai guru ngaji,” jelas Kompil Sang Ngurah Wiratama saat d ttemui di Mapolres Metro Bekasi, Jumat 04 Oktober 2024.
Terungkap, tersangka MHS melecehkan santriwatinya itu dengan modus memanggil korban ke ruangannya dengan alasan bahwa korban belum lancar dalam mengaji, diajak berbicara hingga terjadi perbuatan bejat tersangka.
“Modusnya ini agak menarik karna baru. MHS ini memanggil korban ke ruangannya dengan alasan bahwa si korban ini belum lancar dalam mengaji. Jadi dipanggil ke ruangan diajak berbicara hingga terjadi pelecehan dipegang bagian-bagian yang sensitif. Kemudian korban juga mendapatkan perlakuan yg tidak baik, badannya ditindih, dicium-cium. Namun kejadian ini tidak berlanjut karna korban berani melawan pada saat itu,” tuturnya.
Korban mengaku hanya satu kali mendapatkan perlakuan tersebut dari tersangka MHS, namun korban memilih bungkam karena takut dan malu jika menceritakan hal itu kepada orang lain.
“Jadi hanya 1 kali, yang bersangkutan (korban) sudah mendapatkan trauma healing, bahkan kita juga melakukan pemeriksaan ke rumahnya. Kemudian dari kepala desa meyakinkan yang bersangkutan sehingga yang bersangkutan berani mengungkapkan kejadian ini secara dalam dan detail,” ungkapnya.
“Total dari kemarin 3 nambah 1 jadi 4 nambah 1 lagi jadi 5. Korban ini juga salah satu dari daftar santriwati di tempat pengajian tersebut,” tutup Tama.
Sebelumnya juga Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Sang Ngurah Wiratama mengatakan kondisi psikologis beberapa korban tindak kekerasan seksual dilingkungan pondok pesantren Al Qona’ah di Kabupaten Bekasi mengalami trauma.
Sang Ngurah mengungkap dua dari empat orang korban masih merasa terpukul dengan apa yang dialaminya saat ini, hingga pihaknya pun kesulitan dalam menggali informasi untuk menemukan fakta-fakta baru dari kasus tersebut.
“Ya kalau bicara psikologis kita apa adanya dalam posisi ini mungkin sudah terlalu biasa, namun ada dua orang ini masih tertekan untuk bicara, masih berat untuk menggali pun kita agak berat, tapi dikit demi sedikit kita berhasil menggali,” ungkapnya, Selasa 01 Oktober 2024 malam. ***


