Agar para calon korban yakin, AR dengan detail menyampaikan bahwa korban sudah bisa bekerja di hari yang sudah ditentukan, dengan arahan memakai seragam serta jam kerjanya. Tapi, sehari sebelum hari itu, dirinya kerap membatalkan dengan alasan perubahan jadwal.
“Misalnya dia ngechat nih, hari Sabtu sudah bisa mulai kerja.Tapi diundur lagi hari Rabu dan diundur lagi menjadi hari Senin. Dia (AR) ngechat lagi diundur ya mesinnya belum jadi atau alasan lain yang ini lah, yang itu lah,” ungkap Ida.
Ida mengaku kenal AR dari temannya. Selain dirinya, beberapa keponakan dan temannya juga jadi korban penipuan setelah membayar sejumlah uang. Padahal uang yang dibayarkan ke AR merupakan uang hasil pinjaman.
“Kalau nggak pinjam (akan) saya ikhlasin saja. Ini mah uang pinjem, yang punya uang udah nagih,” keluhnya.
Ida berharap agar AR bisa keluar dari persembunyiannya dan mengembalikan uang yang telah disetorkan para korban.
“Kami mah pengennya dia keluar dari persembunyiannya terus kembaliin uang kami. Udah gitu aja. Jangan ngumpet terus ga tanggung jawab, enak amat dia makan duit segitu gedenya,” pinta Ida. (Yok)


