Feature

Ngabungbang Cimande dan Seni Cibatokan Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2025

×

Ngabungbang Cimande dan Seni Cibatokan Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2025

Sebarkan artikel ini
Tradisi Ngabungbang Cimande, Kabupaten Bogor. (KIS/IST)
Tradisi Ngabungbang Cimande, Kabupaten Bogor. (KIS/IST)

KITAINDONESIASATU.COM – Dua seni tradisi yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bogor, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Bedan (WBTB) 2025 oleh Pemda Provinsi Jawa Barat, bersama 40 karya budaya lainnya.

Penetapannya diumumkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar bersama Tim WBTB Jawa Barat, Kamis 9 Januari 2025 kemarin.

Lalu, apa sebenarnya Ngabungbang Cimande dan Seni Cibatokan? Berikut sedikit catatan tentang dua seni tradisi tersebut.

Ngabungbang Cimande 

Ngabungbang Cimande adalah sebuah tradisi ziarah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tradisi ini telah berlangsung selama lebih dari 100 tahun dan biasanya diadakan pada malam 14 Maulud (Maulid Nabi).

Baca Juga  Cara Komplain Tagihan PDAM yang Terbukti Cepat Terselesaikan

Ngabungbang berasal dari kata ‘nga’ yang berarti bersatu, dan ‘bungbang’ yang berarti membuang. 

Tradisi ini melibatkan ritual penyucian yang menggabungkan elemen pikiran, perasaan, dan tekad untuk membersihkan diri dari segala hal yang tidak diinginkan dalam diri manusia. 

Selain itu, ngabungbang juga melibatkan ziarah ke makam leluhur di makam Kasepuhan Cimande dengan tujuan memperoleh berkah1.

Selama tradisi ini, masyarakat Cimande dan para peziarah dari berbagai daerah datang untuk berziarah, melakukan latihan fisik, mandi di Sungai Cimande, dan mengunjungi makam-makam tokoh kasepuhan di Kampung Tarikolot. 

Baca Juga  Gerakan Pangan Murah Pemkab Bogor Disambut Antusias Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *