KITAINDONESIASATU.COM – Rangkaian puncak World Rabies Day (WRD) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian dengan dukungan IPB University dan Pemerintah Kota Bogor dilaksanakan di Pelataran Kampus IPB Baranangsiang, Minggu, 27 September 2026.
Kegiatan World Rabies Day 2026 di Bogor tersebut diisi dengan vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan gratis, serta berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Wali Kota Bogor Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Hewan
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan dirinya bersyukur Kota Bogor dikelilingi berbagai institusi serta para ahli di bidang pertanian. Selain itu, masyarakat yang memiliki hewan peliharaan atau pet lovers di Kota Bogor juga cukup banyak.
Menurut Dedie, kondisi tersebut menjadi peluang bagi Kota Bogor untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan hewan peliharaan.
“Iya, dengan begitu kita bisa mencoba untuk mengampu semua makhluk hidup yang ada di Bogor. Jadi itu rasa syukur kami dan alhamdulillah juga hari ini Gerakan Nasional Satu Aksi untuk Rabies dilaksanakan di Kota Bogor,” ucapnya.
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemkot Bogor memiliki fasilitas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berlokasi di Bogor Selatan.
Dedie mengatakan pelayanan kesehatan hewan tidak hanya dilakukan dengan menunggu masyarakat datang, tetapi juga melalui berbagai kegiatan vaksinasi di sejumlah wilayah.
“Itu sudah dilakukan dalam memberikan pelayanan kesehatan, bukan saja menunggu, tetapi kami juga jemput bola, termasuk juga kami melaksanakan berbagai kegiatan vaksinasi di beberapa wilayah,” ujarnya.
Kasus Gigitan Hewan di Kota Bogor
Dedie mengungkapkan, kasus gigitan hewan di Kota Bogor mencapai sekitar 160 kasus. Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat ditangani.
“Selain penanganan dari Puskeswan, kami juga memiliki banyak alumni IPB, khususnya yang ada di sekitar Kota Bogor, yang memang secara jejaring (networking) bisa mempercepat proses penanganan kasus-kasus,” ujarnya.
Selain Puskeswan, Kota Bogor juga memiliki sejumlah klinik hewan yang dikelola pihak swasta. Saat ini terdapat sekitar 35 klinik hewan di Kota Bogor.
Dedie berharap Kota Bogor ke depan dapat memiliki rumah sakit hewan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Rencananya, rumah sakit hewan tersebut akan dibangun oleh IPB di Jalan Pajajaran dan diharapkan menjadi rumah sakit hewan terbesar di Indonesia.
World Rabies Day 2026 Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Melalui kegiatan World Rabies Day 2026, Dedie Rachim berharap masyarakat semakin teredukasi bahwa rabies merupakan penyakit yang dapat dicegah dan harus segera ditangani.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Wali Kota Bogor serta Rektor IPB University atas fasilitas dan dukungan sehingga puncak World Rabies Day 2026 dapat terselenggara.
“Acara Puncak WRD pada hari ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang dimulai tanggal 26 Agustus sampai dengan 27 September 2026 hari ini,” ujarnya.
Agung mengatakan, berbicara mengenai rabies tidak hanya berkaitan dengan angka kasus, vaksinasi, maupun program pemerintah, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kehidupan manusia.
Di balik satu kasus rabies, terdapat keluarga yang cemas, orang tua yang berharap anaknya dapat diselamatkan, serta kehidupan yang dapat berakhir akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
Rabies 2026 Dilaporkan di 12 Provinsi
Pada 2026, kejadian rabies pada hewan dilaporkan terjadi di 12 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rabies masih menjadi ancaman bagi kesehatan di Indonesia.
Menurut Agung, program penanggulangan rabies dilakukan melalui vaksinasi, manajemen populasi hewan pembawa rabies (HPR), surveilans dan monitoring, deteksi dan pelaporan, penerapan tatalaksana kasus gigitan hewan penular rabies (TACGIP), komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), serta kolaborasi dan kerja lintas sektor.
Kementan Sediakan 205.000 Dosis Vaksin Rabies
Kementerian Pertanian pada 2026 telah menyediakan 205.000 dosis vaksin rabies.
Selain itu, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga melakukan kolaborasi internasional sehingga mendapatkan dukungan dari WHO atau Badan Kesehatan Hewan Dunia berupa penyediaan 580.000 dosis vaksin sejak akhir 2025 hingga 2026.
Vaksin tersebut diperuntukkan bagi Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Namun, jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan vaksinasi minimal 70 persen hewan pembawa rabies secara nasional.
Karena itu, diperlukan dukungan pemerintah daerah, swasta, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pengendalian rabies di Indonesia.
“Dan mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, kesadaran masyarakat untuk bisa memvaksin hewan kesayangannya juga semakin meningkat, dan insyaallah kasus gigitan di Kota Bogor khususnya akan semakin berkurang ke depan,” ujarnya.




