KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Indonesia tancap gas dalam mode darurat ekonomi. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap makna di balik istilah survival mode yang kini jadi jurus utama menghadapi tekanan global yang kian menghimpit.
Dalam pernyataan tegasnya, Purbaya menekankan: tak ada lagi ruang untuk coba-coba. Semua kebijakan harus tepat sasaran, efektif, dan dijalankan dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah dituntut memaksimalkan setiap peluang yang ada demi menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil.
“Enggak ada lagi luxury untuk main-main,” tegasnya, menandakan situasi yang tak bisa dianggap remeh.
Dalam skema ini, seluruh instrumen fiskal di bawah kendali Kementerian Keuangan akan dioptimalkan habis-habisan. Tujuannya jelas: memastikan setiap program berjalan efektif, terpantau, dan bebas dari risiko yang bisa mengguncang ekonomi.
Langkah ini juga diperkuat oleh kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Keppres Nomor 4 Tahun 2026 yang membentuk satuan tugas khusus percepatan program pemerintah. Satgas ini akan jadi tim elite yang mengawal implementasi kebijakan sekaligus membongkar hambatan alias debottlenecking yang selama ini menghambat laju ekonomi.
Tak hanya itu, pemerintah juga mulai menutup rapat-rapat celah kebocoran penerimaan negara. Sektor perpajakan dan kepabeanan jadi sorotan utama. Meski kinerja Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai disebut sudah membaik, Purbaya mengakui masih ada kebocoran yang harus segera dibereskan.
“Tidak boleh lagi ada inefisiensi, apalagi yang disengaja,” katanya. (*)



