Berita UtamaNews

Warga Meninggal Saat Antre Bansos, DPRD Bogor Bereaksi

×

Warga Meninggal Saat Antre Bansos, DPRD Bogor Bereaksi

Sebarkan artikel ini
Warga Meninggal Saat Antre Bansos, DPRD Bogor Bereaksi
Ibu Kurniati (60) meninggal saat mengantre bantuan pangan di Kelurahan Menteng. DPRD Kota Bogor meminta sistem penyaluran bansos bagi KPM rentan diperbaiki

KITAINDONESIASATU.COM – Komisi IV DPRD Kota Bogor menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Kurniati (60), warga Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, saat mengantre bantuan pangan di kantor kelurahan setempat pada Senin 24 Agustus 2026,kemarin.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, menegaskan bahwa pihaknya menghormati keterangan resmi media mengenai riwayat sakit almarhumah serta sikap keluarga yang telah mengikhlaskan kejadian tersebut.

Namun, peristiwa ini dinilai menjadi alarm keras bagi perbaikan sistem penyaluran bantuan di Kota Bogor.

“Saya tidak mau berspekulasi soal penyebab atau mencari kambing hitam. Aparat kelurahan sudah berusaha menolong sebisa mungkin dan saya menghargai itu. Namun, ini adalah persoalan sistem, dan sistem adalah tanggung jawab kami bersama Pemerintah Kota Bogor,” tegas Fajar, Selasa 25 Agustus 2026.

DPRD Soroti Lansia Masih Harus Antre Bansos

Fajar menyoroti fakta bahwa warga lansia yang sedang sakit masih harus datang sendiri untuk mengantre dan mengangkut bantuan beras.

Menurutnya, meskipun almarhumah sempat ditawari untuk diwakilkan, ketiadaan mekanisme resmi yang aman membuat warga kerap merasa tidak tenang jika tidak mengambil bantuan secara langsung.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah Kota Bogor melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran bantuan, terutama bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk kategori rentan.

Empat Langkah Komisi IV DPRD Kota Bogor

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Komisi IV DPRD Kota Bogor menyampaikan empat tuntutan dan langkah tegas kepada Pemerintah Kota Bogor.

1. Pendataan KPM Rentan Secara By Name By Address

Dinas Sosial didesak segera menyusun dan menyerahkan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kategori rentan secara by name by address kepada Komisi IV DPRD Kota Bogor.

Data tersebut mencakup warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan penderita sakit menahun.

2. Penerbitan SOP Penyaluran Layanan Khusus

Pemkot Bogor diminta menerbitkan Standard Operating Procedure (SOP) penyaluran bantuan sosial bagi KPM rentan.

SOP tersebut mencakup opsi pengantaran langsung ke rumah atau door to door, serta mekanisme surat kuasa perwakilan yang sah secara hukum.

3. Penyediaan Petugas Kesehatan dan Medis

Setiap penyaluran bantuan yang melibatkan warga rentan wajib didampingi petugas kesehatan dari Puskesmas wilayah.

Komisi IV juga meminta perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang memadai tersedia di lokasi penyaluran.

Penanganan darurat tidak boleh lagi hanya mengandalkan minyak angin atau air minum.

4. Pemanggilan Dinsos dan Dinkes

Komisi IV DPRD Kota Bogor akan segera memanggil Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dalam rapat kerja.

Pemanggilan tersebut untuk membahas skema perlindungan KPM rentan sekaligus memastikan kesiapan anggarannya dalam pembahasan Perubahan APBD.

Fajar: Jangan Menunggu Kejadian Kedua

Fajar menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi momentum perubahan dalam sistem penyaluran bantuan sosial di Kota Bogor.

“Satu peristiwa ini cukup membuat kita berubah, jangan menunggu yang kedua. Ke depan, DPRD dan Pemkot Bogor harus bersinergi menciptakan sistem yang aman agar masyarakat lansia dan disabilitas tidak perlu lagi mengantre bansos di kelurahan,” pungkas Fajar.

Sebelumnya, Kurniati Terjatuh Saat Registrasi

Kurniati (60), warga Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, meninggal dunia saat mengantre bantuan pangan di Kantor Kelurahan Menteng, Senin (24/8/2026).

Hal itu dibenarkan oleh Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi.

Menurut Dudi, Kurniati sempat terjatuh dan tak sadarkan diri saat hendak melakukan registrasi penerimaan bantuan pangan.

“Saat itu Bu Kurniati didampingi Sekretaris Lurah Menteng sedang registrasi, tiba-tiba dia terjatuh dan tak sadarkan diri, namun berhasil ditangkap oleh Seklur,” ucap Dudi kepada wartawan.

Kurniati Dibawa ke RSUD Kota Bogor

Setelah kejadian tersebut, Kurniati langsung dilarikan ke RSUD Kota Bogor.

Namun, sesampainya di rumah sakit, Kurniati dinyatakan telah meninggal dunia.

Riwayat Hipertensi dan Tiroid

Dudi mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, Kurniati memiliki riwayat hipertensi dan tiroid.

“Informasinya, beliau punya riwayat hipertensi dan tiroid,” ungkap Dudi.

Camat Bantah Antrean Membeludak Jadi Penyebab

Dudi membantah kabar yang menyebutkan bahwa antrean warga yang membeludak menjadi penyebab meninggalnya Kurniati.

Menurutnya, tempat pembagian bantuan pangan berada di halaman kelurahan yang merupakan ruang terbuka.

“Tempat pembagian bantuan pangan ada di halaman kelurahan yang notabene ruang terbuka dan banyak oksigen. Jadi indikasi meninggalnya karena penyakit bawaan. Meski begitu, kami tetap akan melakukan evaluasi berupa penjadwalan (scheduling) pembagian bantuan,” tegasnya.

Sistem Penyaluran Bansos Jadi Sorotan

Peristiwa meninggalnya Kurniati saat proses penerimaan bantuan pangan menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kota Bogor.

DPRD mendorong Pemerintah Kota Bogor segera memperkuat sistem penyaluran bantuan, khususnya bagi KPM rentan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan warga lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat dengan penyakit menahun memperoleh bantuan dengan mekanisme yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *