KITAINDONESIASATU.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera sejak akhir Desember lalu. Hingga Minggu, 4 Januari 2026, total korban meninggal dunia tercatat telah mencapai 1.177 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa terdapat penambahan 10 korban jiwa dibandingkan hari sebelumnya. Penambahan tersebut tersebar di tiga provinsi terdampak parah, yakni Aceh Utara (3 jiwa), Tapanuli Selatan (5 jiwa), dan Sumatera Barat (2 jiwa).
Selain korban meninggal, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap 148 orang yang dinyatakan hilang.
“Meskipun jumlah korban meninggal bertambah, terdapat kabar baik dari proses verifikasi di lapangan di mana daftar orang hilang berkurang 17 nama setelah ditemukan dalam kondisi selamat atau teridentifikasi oleh keluarga,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu sore.
Dampak kerusakan infrastruktur juga sangat masif dengan total rumah rusak mencapai 178.479 unit. Saat ini, sebanyak 242.174 warga masih berada di pengungsian. Di Provinsi Aceh, status tanggap darurat diperpanjang di 10 daerah hingga 8 Januari 2026, sementara wilayah Sumatera Utara mulai memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
BNPB bersama TNI/Polri terus mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus akibat longsor guna mempercepat penyaluran bantuan logistik ke wilayah terisolasi.(*)
