Berita Utama

Tradisi 10 Muharam: Makna di Balik Anjuran Suami Membeli Emas untuk Istri

×

Tradisi 10 Muharam: Makna di Balik Anjuran Suami Membeli Emas untuk Istri

Sebarkan artikel ini
RAMPOk emas
Ilustrasi barang berharga, emas. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Momen 10 Muharam atau Hari Asyura tidak hanya sarat akan nilai spiritual melalui ibadah puasa, tetapi juga diwarnai tradisi unik di tengah masyarakat muslim Indonesia. Salah satu tradisi yang populer adalah anjuran bagi para suami untuk memberikan hadiah istimewa, seperti perhiasan emas, kepada istri mereka.

Secara esensi, tradisi ini berakar dari anjuran agama untuk melapangkan nafkah dan membahagiakan keluarga pada Hari Asyura. Dalam sebuah hadis disebutkan, barang siapa yang melapangkan nafkah bagi keluarganya di hari tersebut, maka Allah SWT akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.

Membelikan emas dipandang sebagai simbol pemuliaan suami terhadap istri sekaligus bentuk tabungan masa depan. Emas dinilai memiliki nilai investasi yang stabil, sehingga hadiah ini merangkum dua manfaat: menghadirkan kebahagiaan batin bagi istri dan memperkuat ketahanan finansial rumah tangga.

Tradisi mulia ini menegaskan bahwa 10 Muharam adalah momentum tepat untuk mempererat keharmonisan keluarga. Dengan semangat berbagi dan memuliakan pasangan, perayaan Asyura menjelma menjadi simbol keberkahan dan kelimpahan rezeki yang dinantikan setiap tahunnya.

Ustadz Abdullah, salah satu ulama di Jakarta Barat, menyebut jika tidak sanggup membelikan emas untuk istri, suami dapat membeli baju, atau barang lain kesenangannya. “Jika misalnya tidak punya banyak, ya bisa saja dibelikan makanan misalnya bakmi atau ayam geprek,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *