KITAINDONESIASATU.COM – Para sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar yang melanda hampir seluruh wilayah Jawa Tengah sejak beberapa hari terakhir.
Kosongnya pasokan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) utama membuat jadwal perjalanan bus lintas provinsi menjadi kacau dan terlantar.
“Kami sudah keliling dari Sragen sampai Semarang, semua SPBU memasang papan ‘Solar Habis’. Kalaupun ada, antriannya mengular sampai beberapa kilometer dan dibatasi,” keluh Gunawan (45), salah satu sopir bus rute Jakarta-Solo, Rabu (24/6/2026).
Menurut para kru bus, kondisi ini memaksa mereka memarkir armada di bahu jalan atau rest area demi menghemat sisa bahan bakar. Keterlambatan tiba di terminal tujuan pun tak terhindarkan, yang memicu gelombang protes dari ratusan penumpang.
Para sopir dan pengusaha bus mendesak Pertamina dan pemerintah daerah segera turun tangan melakukan inspeksi mendalam. Jika pasokan Bio Solar tidak normal dalam 24 jam ke depan, kelumpuhan total transportasi publik darat di koridor Jawa Tengah mengancam aktivitas ekonomi antarprovinsi.
Lantaran BBM yang ada di bus kosong, sebagian mereka terpaksa membeli Pertamina Dex yang berharga Rp23 ribu per liter. “Pak Prabowo, Pak Bahlil gimana nih Solar kosong di Jawa Tengah. Kacau kalau nggak cepat diatasi,” kata Gunawan. (*)



