KITAINDONESIASATU.COM – Chanathip Songkrasin kembali bersiap menghadapi Timnas Indonesia dalam laga final FIFA ASEAN Cup 2026. Duel panas tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10) pukul 20.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi momen spesial bagi Chanathip. Ia terakhir kali menghadapi Indonesia pada final Piala AFF 2020 yang digelar di Singapura pada akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022. Saat itu, Thailand keluar sebagai juara setelah menghancurkan Indonesia dengan agregat 6-2.
Kini, setelah hampir lima tahun berlalu, Chanathip kembali bertemu Garuda. Ia mengaku sudah lama menantikan kesempatan untuk kembali menghadapi Indonesia.
“Kami senang bisa kembali mendapatkan kesempatan untuk bermain dan menghadapi permainan berkualitas seperti ini, karena kami sudah lama menantikannya,” kata Chanathip dalam konferensi pers menjelang pertandingan di SUGBK, Minggu (4/10/2026).
Menurut pemain yang pernah merasakan atmosfer Liga Jepang tersebut, Indonesia saat ini bukan tim yang sama seperti ketika terakhir kali berhadapan dengannya.
Chanathip melihat perkembangan signifikan dalam permainan Garuda, terutama dari kualitas pemain yang dimiliki. Kehadiran banyak pemain keturunan yang berkarier di kompetisi dengan level tinggi dinilai membuat Indonesia semakin berkembang.
“Kalau ditanya apakah Indonesia banyak berubah, menurut saya semua negara di ASEAN sekarang sudah berkembang sangat pesat,” ujarnya.
“Para pemain juga berkembang. Sekarang Indonesia memiliki banyak pemain keturunan. Mereka juga bermain di liga-liga dengan level yang tinggi,” sambungnya.
Secara statistik, Thailand masih lebih dominan dalam 10 pertemuan terakhir melawan Indonesia. Thailand mengoleksi lima kemenangan, sedangkan Indonesia hanya dua kali menang. Tiga pertandingan lainnya berakhir imbang.
Chanathip sendiri memiliki catatan cukup kuat saat berhadapan dengan Indonesia. Dari enam pertandingan yang telah dijalaninya melawan Garuda, ia meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan.
Namun, catatan masa lalu kini harus kembali diuji. Indonesia tampil di hadapan pendukung sendiri di SUGBK, sementara Thailand datang dengan pengalaman dan dominasi historis. (*)






