Berita UtamaNews

Tim Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Sukses Menembus Lorong Sepanjang 7,5 Km di Luweng Ombo Pacitan

×

Tim Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Sukses Menembus Lorong Sepanjang 7,5 Km di Luweng Ombo Pacitan

Sebarkan artikel ini
luweng ombo pacitan
Tim Ekspedisi Gahvara Yava 2026 di kedalaman Luweng Ombo sempat menggelar upacara 17 Agustus 2026 di dalam gua. foto: pacitan.go.id

KITAINDONESIASATU.COM – Tim Ekspedisi Gahvara Yava 2026 yang kembali turun ke dasar gua Luweng Ombo di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Pacitan berhasil memecahkan rekor penelusuran hingga mencapai 7,5 kilometer.

Ekspedisi pemetaan dan penelitian dengan sejumlah tim termasuk dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dilakukan selama 8 hari 10 -17 Agustus 2026.

Kemudian penembusan titik terdalam dan penyatuan sistem gua dilakukan secara intensif pada 13-14 Agustus 2026 hingga berhasil menembus lorong yang semakin panjang dan dalam.

Keberhasilan ini sekaligus menaikan status gua terpanjang ketujuh di Indonesia dengan total panjang 8.245,5 meter, namun merupakan gua terpanjang di Pulau Jawa.

Tim ekspedisi Gahvara Yava 2026 juga berhasil memetakan kedalaman vertikal gua Luweng Ombo hingga mencapai kedalaman 245 meter di bawah permukaan tanah pada Kamis, 13 Agustus 2026 pada pukul 18:40 WIB.

Keberhasilan ini sekaligus menciptakan sejarah baru speleologi Indonesia khususnya di gua Luweng Ombo yang sebelumnya telah mencapai lorong sepanjang 1.242,5 kini tim berhasil menambah panjang delapan kali lipat dengan total panjang sistem – kebon Luweng Ombo dengan total panjang 8.242,5 menjadikan stem Luweng Ombo-Kebon semakin dominan.

luweng ombo

Dengan luasan seperti itu kini Luweng Ombo memiliki peringat ke-7 merupakan gua terpanjang di Indonesia dengan naik dua tingkat yang sebelumnya berada di peringkat ke-9.

Sementara untuk temuan lorong baru tim juga memetakan lorong raksasa sepanjang 20 meter melintasi tituk SUMP, lorong mengah dengan aliran bawah tanah yang lebar dan dalam.

“Ini sejarah baru speleologi Indonesia yang berhasil kami ciptakan di tanah Pacitan, capaian ini bukan sekedar angka pemetaan, melainkan persembahan yata dari Tim Gahvara Yava 2026, untuk Kabupaten Pacitan dan Indonesia dala memperkaya data geologi serta keanekaragaman hayati kawasan karst kita,” ujar Pengarah Ekspedisi Gahvara Yava, M Iqbal Willianto.

Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Pacitan sebagai laboratorium alam karst dan speleologi terbaik di Asia Tenggara, juga menjadi pijakan penting bagi riset geologi, biodiversitas dan pengembangan ilmu pengetahuan, mendorong penguatan Geopark Pacitan dan pengelolaan potensi secara berkelanjutan.

Selain itu juga perlu adanya dukungan konserbasi lingkungan dan perlindungan sumber daya air di bawah tanah.

Selain pemetaan geografis, ekspedisi ini membawa misi ilmiah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tim berhasil mengambil sejumlah sampel penting berupa sedimen, sampel air sungai bawah tanah, serta beberapa biota khas gua dari berbagai titik di Sistem Ombo – Kebon untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Pengarah Ekspedisi Gahvara Yava 2026, M. Iqbal Willianto, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan seluruh anggota tim yang telah berjuang menembus batas eksplorasi bawah tanah Nusantara. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *