KITAINDONESIASATU.COM – Suasana duka menyelimuti sebuah pondok pesantren di Desa Matang Ginalon, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (20/8/2025). Seorang santri berinisial MF, asal Desa Paya, Kecamatan Batang Alai Selatan, ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian leher.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula ketika korban sedang tertidur di kamar asrama. Pelaku, seorang santri berusia 15 tahun berinisial MN, asal Desa Mandingin, Barabai, tiba-tiba masuk dan menyerang menggunakan sebilah parang. Tebasan mengenai bagian bawah rahang hingga leher korban.
Dalam kondisi terluka parah, korban sempat berlari keluar kamar dan berusaha menyelamatkan diri menuju Mushala Al-Habsyi. Namun, saat tiba di dalam mushala, ia terjatuh dan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Sejumlah santri yang terbangun mendengar teriakan korban berupaya menolong, tetapi nyawa MF tidak dapat diselamatkan.
“Korban sempat bangkit dan berlari, tetapi akhirnya terjatuh di mushala dan meninggal dunia,” ujar Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Iptu M. Husaini.
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi. Pelaku sendiri sempat melarikan diri, namun berhasil diamankan tidak lama kemudian.
“Benar, kasus ini sedang dalam penanganan Satreskrim Polres HST dan Polsek Pandawan. Penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif pelaku,” kata Kasi Humas Polres HST, Ipda Rusman Taupik.
Pantauan di lokasi, suasana pondok pesantren tampak lengang pascakejadian. Sejumlah santri ikut melayat ke rumah duka korban, sementara kamar nomor 4, tempat awal penyerangan terjadi, masih terbuka.
Seorang saksi menyebut, sebelum meninggal dunia, korban sempat mengucapkan takbir bahkan mencium Al-Qur’an di mushala. “Korban berlari ke mushala, mengucapkan takbir, lalu roboh,” tutur seorang santri.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama santri, dan masyarakat sekitar. Polisi masih mendalami latar belakang dan motif pelaku melakukan penyerangan tragis ini. (Anang Fadhilah)

