Berita Utama

Tangerang Selatan Berpotensi Bencana Kekeringan

×

Tangerang Selatan Berpotensi Bencana Kekeringan

Sebarkan artikel ini
air bersih 1
Ist

KITAINDONESIASATU.COM-Seluruh wilayah Kota Tangsel seluas 16.485,47 hektare memiliki potensi terdampak bencana kekeringan. Hal tersebutsesuai dengan hasil pemetaan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dari tujuh kecamatan di Tangsel, Kecamatan Setu menjadi daerah dengan tingkat kerawanan paling tinggi dibandingkan daerah lainnya.

Essa Nugraha Sekretaris BPBD Kota Tangsel mengatakan bahwa pemetaan tersebut mengacu pada Kajian Risiko Bencana (KRB) yang telah menganalisis potensi bahaya kekeringan di setiap kecamatan.

Hasil kajian kata Essa, menunjukkan sebagian besar wilayah Tangsel berada pada kategori bahaya kekeringan rendah. Akan tetapi, Kecamatan Setu memiliki area seluas 432,09 hektare yang masuk kategori bahaya sedang. Sedangkan yang termasuk bahaya tinggi tidak ada

“Seluruh kecamatan sudah dipetakan berdasarkan tingkat potensi kekeringannya. Hasil analisis itu menjadi dasar BPBD Tangsel dalam menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau memicu krisis air bersih di masyarakat,” ujar  Essa, Senin (13/07/2026).

Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana BPBD Tahun 2023, lanjut Essa, Kota Tangsel secara keseluruhan berada pada kelas bahaya kekeringan sedang. Penetapan tersebut didasarkan pada riwayat kejadian kekeringan serta tingkat curah hujan di wilayah tersebut

Menghadapi musim kemarau, BPBD telah menyiapkan dua unit mobil tangki air bersih untuk membantu distribusi air kepada warga yang terdampak kekeringan.

Essa menjelaskan, armada tersebut berasal dari Dinas Cipta Karya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. Air bersih nantinya akan disalurkan melalui toren penampungan yang ditempatkan di lokasi terdampak agar dapat diambil warga sesuai kebutuhan.

“Kami sudah menyiapkan personel, armada, dan mekanisme distribusi air bersih. Yang terpenting, masyarakat segera melapor apabila mulai mengalami kesulitan air agar bantuan bisa segera disalurkan,” ujar Essa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *