KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin, 13 Juli 2026.
Setelah sempat berada di bawah level psikologis 6.000, indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menembus level tersebut dan ditutup di zona hijau.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG mengakhiri sesi sore di level 6.037,84, atau naik sekitar 1,92 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sejak awal perdagangan, indeks menunjukkan tren positif dengan bergerak naik dari posisi pembukaan di level 5.934,71.
Penguatan ini turut didukung oleh aktivitas transaksi yang cukup tinggi. Volume perdagangan mencapai 26,30 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp12,13 triliun.
Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat lebih dari 2,7 juta kali transaksi, mencerminkan tingginya aktivitas investor di pasar modal.
Saham Perbankan dan Emiten Besar Dorong IHSG
Kinerja positif IHSG tidak lepas dari menguatnya sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi salah satu penopang utama setelah mencatat kenaikan lebih dari empat persen hingga berada di level Rp4.250 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang naik lebih dari tiga persen menjadi Rp3.530 per saham. Pergerakan positif kedua emiten tersebut memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan indeks secara keseluruhan.
Selain sektor perbankan, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mencuri perhatian dengan lonjakan sekitar delapan persen. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut menguat lebih dari tujuh persen hingga akhir perdagangan.
Tidak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan sekitar 2,23 persen.


