KITAINDONESIASATU.COM- Di balik kelopaknya yang sederhana dan aroma khasnya yang lembut, melati putih menyimpan potensi besar yang melampaui fungsi estetik dan budaya. Bunga dengan nama latin Jasminum sambac ini tidak hanya dikenal luas sebagai simbol flora nasional Indonesia atau ‘Puspa Bangsa’, tetapi juga mulai menegaskan perannya sebagai komoditas strategis dalam industri kosmetik berbasis bahan alam yang terus berkembang secara global.
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Ani Kurniawati, menyebutkan bahwa popularitas melati putih tidak lepas dari beragam manfaat dan kandungan yang dimilikinya. Selain banyak digunakan untuk keperluan upacara atau ritual keagamaan, pernikahan, serta bunga tabur, melati putih juga dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak atsiri dan kosmetik.
“Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga cepat, serta aroma khas yang membuat permintaannya meningkat, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkap Prof Ani Kurniawati dalam keterangan tertulis, Selasa 30 Desember 2025.
Lebih lanjut, peneliti komoditas bahan baku kosmetik tersebut menjelaskan bahwa melati bukan satu-satunya tanaman lokal yang berpotensi dikembangkan untuk industri kecantikan. Sejumlah tanaman lain seperti kenanga, kulit manggis, jintan hitam (habbatussauda), umbi bengkuang, nilam, jahe, dan kunyit juga memiliki peluang besar sebagai bahan kosmetik alami. Berbagai komoditas tersebut bahkan telah melalui kajian agronomi guna memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
Menurut Prof Ani, tren kosmetik berbasis bahan alam saat ini berkembang sangat pesat di tingkat global. Pasar biokosmetik alami diperkirakan akan mencapai nilai lebih dari USD 54,5 miliar pada tahun 2027. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia yang memiliki kekayaan biodiversitas tropis.
“Melati putih menjadi salah satu bahan potensial dari Indonesia karena kandungan bioaktifnya yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antiaging, serta pencerah kulit,” paparnya.
Selain dimanfaatkan untuk industri kosmetik, melati juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Dirangkum dari laman digitani.ipb.ac.id, aroma melati dipercaya mampu memberikan efek menenangkan sehingga membantu meredakan stres. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa melati memiliki sifat antioksidan yang berperan dalam mengurangi risiko kanker.
Kandungan antioksidan tersebut turut berfungsi dalam memperlambat proses penuaan. Tidak hanya itu, melati juga kerap digunakan sebagai penghilang bau badan alami karena aromanya yang segar dan khas.
Prof Ani berharap, eksplorasi terhadap berbagai jenis melati lainnya dapat terus dikembangkan, baik untuk kebutuhan tanaman hias, kesehatan, maupun kosmetik. Secara agronomis, melati umumnya tumbuh optimal di daerah beriklim hangat dan telah banyak dibudidayakan di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Jawa Tengah meliputi Tegal, Pemalang, dan Batang, serta Pamekasan di Madura dan Pasuruan, Jawa Timur. (Nicko)
