KITAINDONESIASATU.COM – Dentuman misterius disertai kilatan cahaya kemerahan yang mengguncang langit wilayah utara Cianjur, Jawa Barat, akhirnya mendapat perhatian serius dari otoritas geologi dan meteorologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi adanya fenomena atmosfer dan geofisika yang tak lazim, meski hingga kini pemicu pastinya masih menjadi tanda tanya besar.
Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo, mengungkapkan bahwa suara ledakan keras dan cahaya kemerahan yang dilaporkan warga di sejumlah kecamatan diduga kuat berkaitan dengan fenomena energi elektromagnetik. Namun, ia menegaskan, belum ditemukan indikasi aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu utama peristiwa semacam ini.
“Kami masih mendalami penyebabnya, karena tidak terdeteksi adanya gempa yang lazim memicu fenomena tersebut,” kata Supartoyo, Selasa (6/1).
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru melontarkan dugaan berbeda. BMKG mencurigai dentuman dan kilatan cahaya yang sempat menghebohkan warga Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi tersebut bukan fenomena alam, melainkan akibat aktivitas manusia.
Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa saat kejadian berlangsung, seluruh alat pemantau BMKG Bandung tidak mencatat adanya gempa maupun badai petir di wilayah Cianjur.
“Tidak ada aktivitas kegempaan maupun petir yang terdeteksi. Karena itu, kami menduga kejadian ini bersumber dari aktivitas buatan manusia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan. Ia menyebut pihaknya masih mengumpulkan data serta berkoordinasi intensif dengan PVMBG dan BMKG untuk memastikan penyebab sebenarnya dari peristiwa yang meresahkan warga tersebut.
“Kami minta warga tetap waspada, tapi tidak panik. Proses penelusuran masih berlangsung,” tegasnya.
Seperti diketahui, pada Senin malam sekitar pukul 22.15 WIB, warga di wilayah utara Cianjur dibuat geger oleh suara dentuman keras yang terdengar bergemuruh. Kepanikan memuncak ketika, tak lama berselang, kilatan cahaya kemerahan terlihat jelas di langit malam, memaksa warga berhamburan keluar rumah. (*)

