KITAINDONESIASATU.COM – Persebaya Surabaya akhirnya menetapkan mantan pelatih PSM Makassar Bernado Tavares sebagai pelatih kepala menggantikan Eduardo Perez.
Pria bernama lengkap Fernando Jose Bernardo Tavares merupakan sosok berkebangsaan Portugal kelahiran 2 Mei 1980 kini resmi sebagai Pelatih Kepala Persebaya mulai Desember 2025 ini.
Bernado sendiri sosok yang memegang filosofi result-oriented dan pragmatis, yang lebih mengutamakan struktur, disiplin posisi, dan organisasi bertahan.
Gaya kepelatihan Bernado, lebih mementingkan efektivitas dibanding estetika permainan, dia akan merasa nyaman menang dengan skor tipis (1-0, 2-1).
Dikarenakan fokus pada hasil akhir, para pemilik mindset ini akan mengesampingkan rincian proses, atau menekankan dominasi bola dan build-up dari belakang.
Lebih berani mengambil risiko menyerang, performa sering fluktuatif tergantung lawan, lebih sering menggunakan formasi 3-5-2 atau 5-3-2 dan menekankan keseimbangan antara kontrol bola dan transisi cepat.
Coach Bernardo dikenal sebagai taktik-oriented coach yang mampu menyesuaikan permainan sesuai karakter pemain dan lawan, iapun sudah mengonfirmasi akan segera tiba di Surabaya memulai pekerjaannya.
Bernardo Tavares memulai karier kepelatihan sejak tahun 2000 di level akademi, tim muda termasuk bekerja di akademi klub Portugal, seperti SL Benfica, FC Porto dan Sporting Lisbon.
Dari pengalaman itu Bernado kemudian meniti karier profesional sebagai pelatih kepala di sejumlah negara Eroa, Asia dan Afrika, hingga akhirnya dikenal di Indonesia.
Karier kepelatihan klb profesional seperti di Portugal (klub Tirsense, Tourizense, Beleneses dll), kemudian di Oman – Al-Nahda, African Lyon di Tanzania, Maladewa, Macau – Benfica de Macau, Helsiski IFK di Finlandia hingga PSM Makassar Indonesia tahun 2022-2025.
Di PSM Makassar tim ini mampu meraih prestasi tertinggi setelah puasa gelar selama 23 tahun, begitu juga di Maladewa juga memba klub ke pencapaian juara domestik di New Radiant di Maladewa.
Berdasarkan data statistik Bernardo Tavares selama ini telah memimpin lebih dari 160 pertandingan senior diberbagai klub dengan catatan 68 mencapai kemenangan 46 imbang dan 46 mengalami kekalahan, sehingga dapat dihasilkan tingkat kemenangan mencapai 43 persen rata-rata 1,56 poin per pertandingan. **
