Berita UtamaNews

Soal Gimmick Kontroversial, Ketua DPRD DKI Minta Pengusaha Jangan Mainkan Agama

×

Soal Gimmick Kontroversial, Ketua DPRD DKI Minta Pengusaha Jangan Mainkan Agama

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi minuman keras.
Ilustrasi minuman keras.

KITAINDONESIASATU.COM – Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Suhud Alynudin, angkat bicara terkait aksi kontroversial tantangan hafalan Al-Qur’an berhadiah minuman keras (miras) yang viral di salah satu booth sponsor konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Suhud meminta pelaku usaha, terutama sektor hiburan, tidak menggunakan isu agama sebagai gimmick untuk menarik perhatian atau mendongkrak jumlah pengunjung. Menurutnya, strategi promosi semacam itu justru berpotensi menimbulkan polemik dan melukai perasaan umat beragama.

Pernyataan tersebut disampaikan Suhud di Jakarta, Rabu (12/8), sebagai respons atas video tantangan hafalan Al-Qur’an dengan hadiah miras yang berlangsung dalam rangkaian konser The Sounds Project pada 7-9 Agustus lalu.

Ia menyayangkan kejadian tersebut dan mengingatkan agar kasus serupa tidak kembali terjadi dalam kegiatan hiburan di Jakarta.

“Jangan sampai ini terulang di masa yang akan datang dalam kegiatan hiburan-hiburan lainnya,” ujar Suhud.

Suhud mendorong para pengusaha mengedepankan inovasi bisnis yang sehat dan kreatif tanpa membuat gimmick yang menyentuh ranah agama atau berpotensi dianggap sebagai penistaan terhadap keyakinan tertentu.

Menurut dia, industri hiburan Jakarta harus mampu berkembang sejalan dengan status ibu kota yang terus diarahkan menjadi kota global, namun tetap menjunjung nilai kreativitas, inovasi, dan budaya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, juga mengecam keras aksi tersebut. Pramono menilai promosi minuman keras yang dikaitkan dengan kegiatan keagamaan telah menodai kehidupan beragama yang selama ini dijaga di Jakarta.

Pramono bahkan meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas.

Ia menegaskan aksi semacam itu tidak boleh kembali terjadi di Jakarta dan menyayangkan insiden tersebut berlangsung di ibu kota. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *