KITAINDONESIASATU.COM – Dalam rangka memperingati Hari Raya Trisuci Waisak 2569 BE/2025, umat Buddha aliran Theravada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar ritual sakral pengambilan Tirta Paritta di Sumur Pawang Buani, Desa Bentek, Kecamatan Gangga.
Ritual tahunan ini diikuti lebih dari 500 umat Buddha dari berbagai wilayah di NTB.
Tirta Paritta, atau air suci yang telah didoakan dengan paritta (kumpulan khotbah pelindung Sang Buddha dalam bahasa Pali), diyakini membawa manfaat spiritual dan perlindungan bagi umat.
Makna Sakral Air Tirta dan Lokasi Pengambilan
Ketua Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) KLU, Surdianto, menjelaskan bahwa Sumur Pawang Buani telah lama menjadi lokasi utama karena dianggap sangat sakral dan memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Buddha.
“Setiap tahun puja dilakukan di sini. Air tirta ini akan didistribusikan ke para ketua karasaba di masing-masing vihara untuk digunakan dalam perayaan Waisak,” ujar Surdianto.
Perayaan Waisak sendiri jatuh pada hari Senin 12 Mei 2025 hari ini.
Sumur ini dipercaya memiliki energi spiritual yang kuat, terlebih setelah airnya disertai pembacaan paritta oleh para bhikkhu.
Momentum Penguatan Spiritualitas Waisak
